Pulang bareng

2111 Kata
“ Cepat – cepat masuk!” ujar seorang guru dari kejauhan. Afifah dan Tiara segera berlari , hanya tinggal mereka berdua yang belum masuk Bus. Bamm. Suara benturan pintu besi menandakn telah di tutup. “ coba periksa kawan – kawannya masih ada yang belum naik apa belum ?” ujar guru. “ Udah naik semua buk” ucap Satria mewakili suara teman – teman yang lain, ia telah menceklish nama – nama teman yang ikut kamping, “ Oke terima kasih Satria” “ sama – sama Bu” Satria mengangguk sopan. “ Oke sebelum memulai perjalanan alangkah baiknya kita terlebih dahulu berdoa , Bayu tolong pimpin doanya” Membalikkan badan lalu duduk di kursi pertama di belakang bangku supir. “ Baik Bu” “ Baiklah teman – teman demi keselamatan kita semua juga Semoga Allah memberkahi perljalanan pulang kita , Dan berdoa menurut Agamanya masing – masing. Doa di mulai” semua menunduk dalam – dalam mrlafadzkan doa masing – masing “Doa selesai” Semua mengangkat kepalanya. Dan kembali riuh . Bus berjalan . ****** Berpergian tak pernah lepas dari kegiatan manusia, hampir setiap orang bahkan melakukannya setiap hari entah jarak dekat hanya dengan berjalan kaki atau jarak jauh menggunakan kendaraan. Dalam Islam segala aktivitas manusia dianjurkan untuk selalu berdoa dengan menyebut asma Allah atau kalimat-kalimat suci yang mengandung keutamaan luar biasa. Sayangnya masih banyak dari kita yang menganggap remeh kekuatan berdoa untuk keselamatan dalam perjalanan. Tak sedikit orang yang sudah melakukan persiapan dengan sangat baik, namun di perjalanan mengalami kerap mengalami berbagai masalah. Maka dari itu, menghapal doa perjalanan menjadi suatu hal yang penting untuk melindungi diri dari segala kemungkinan buruk yang membahayakan. Doa bepergian yang pertama adalah doa bila bepergian dengan kendaraan. Hal ini terlepas dari kamu bepergian dengan kendaraan sebagai supir walaupun sebagai penumpang. Berikut doa saat melakukan perjalanan menggunakan kendaraan: "Subhaanal ladzii sakhkhara lanaa haadzaa, wamaa kunnaa lahuu muqriniina wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun". Doa ini diambil dari QS Az-Zukhruf 13-14. yang artinya: Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Dengan mengucapkan doa ini, berarti kamu telah bersyukur bisa bepergian dengan kendaraan tersebut. Sebagai salah satu doa perjalanan, doa bepergian dengan kendaraan ini sangat penting karena setiap orang tentunya melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan sekarang ini. Bumi dan segala isinya memiliki keindahan, manfaat, serta pengetahuan di baliknya. Karena itulah, Allah SWT memerintahkan umatnya untuk menjelajahi dan mempelajari maknanya. Seperti firman yang tercantum di Surat Al-Mulk Ayat 15 berikut ini. هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ “Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” Umat manusia sendiri sudah melakukan perjalanan sejak awal peradaban, baik jarak dekat maupun jarak jauh; baik darat, laut, maupun udara. Tentunya keselamatan dalam melakukan perjalanan ini hanya ditentukan oleh Allah SWT. Selain berhati-hati, sepatutnyalah seseorang yang beriman memanjatkan doa saat melakukan perjalanan. سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ Subhanal ladzi sakhora lana hadza wa ma kunna lahu muqrinina wa inna ila ila rabbana la munqalibun. Allahumma inna nas aluka fi safarna hadzal birra wat taqwa wa minal 'amali ma tardla. Allahumma hawwin 'alaina safarana hadza wa'thu 'anna bu'dahu. Allahumma antash shokhibu fis safari wal kholifatu fil ahli. Allahumma inni a'udzubika min wa'tsais safari wa kabatil mundhori wa suil munqolabi fil mali wal ahli. Artinya: "Mahasuci Allah yang telah menundukkan (kendaraan) ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga." (HR. Muslim no. 1342, dari ‘Abdullah bin ‘Umar) ***** Selama perjalanan hanya keheningan dan suara deru mesin Bus yang bersuara, semua pada ketiduran karena kelelahan, perjalanan kali ini tidak seperti sewaktu pas pergi yang begitu bersemangat , Kecuali supir , Begitu juga dengan Afifah matanya tidak bisa terpejam padahal ia lelah ingin istirahat , namun matanya masih ingin terjaga, fikirannya masih bercokol pada kejadian aneh, ia menggelengkan kepalanya. “ nggak – nggak “ gumamnya. “ Fah kamu kenapa ?,” ujar Tiara khawatir. “ ehm ah eng-ggak papa kok Ra” mengondisikan wajahnya setenang mungkin. “ Yaudah kalo gak papa, sekarang kamu tidur Fah, liat tuh matamu kayak panda” ucap Tiara memperhatikan Afifah, ia tahu pasti Afifah kurang tidur, ia merasa sedih dan bersalah karena tidak bisa menjaga Afifah. Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya mereka telah sampai di perkarangan sekolah , Afifah menggeliatkan badannya di bukanya matanya perlahan ,. “ sudah malam” bathinnya. “ Ayok anak – anak bangun udah sampai” ujar Bu Lena . Setelah barang – barang di bagasi di keluarkan, Afifah dan mengambil ransel baju mereka. Bus meninggalkan perkarangan sekolah. Siswa di arahkan untuk gotong royong mengangkat perlengkapan kamping untuk di masukkan ke dalam kelas IPA 2 untuk sementara, karena apabila di taruh di gudang kejauhan. Kebetulan kelas Afifahlah yang dekat lagipula kelasnya jarang terkunci, biasa kelasnya suka usil sampai – sampai gembok kelasnya pun bisa lepas dari tempatnya. Setelah selesai semua barang – barang du masukkan , mereka di perbolehkan untuk pulang. Afifah dan Tiara beranjak untuk keluar gerbang sekolah. Sesekali mereka bercerita tentang keseruan dan pengalaman pertama di kamping, tapi Afifah kali ini tidak seceria seperti biasanya. Tin. Tin. Tin Kaca mobil terbuka, tampaklah sosok yang ia kenal, Satria. “ Fa , Ra ayok barang kami , biar aku antar sekalian jalan” ujar Satria , Di sebelah Satria ada Kila dengan tangan terlipat di d**a , pandangan membuang muka. “ Ayok Fah, Ra, ini Bu Lena juga yang nyuruh, lagian ini juga sudah malam jarang kendaraan lewat, apalagi angkot pasti sudah tidak ada” ujar Satria lagi , karena melihat tiada respon diantara mereka. Afifah dan Tiara tampak terdiam , benar juga perkataan Satria malam – malam begini sudah tidak ada angkot yang bersilewiran, Aplagi ini sudah jam sembilan malam , Jalan di daerah gangnya sangat gelap, Lagian jauh jika berjalan kaki , mau sampai jam berapa lagi sampai rumah. “ Cepet ngapa sih dadak mikir segala, tinggal naik aja kok susah gak perlu bayar lagi, Gatau apa udah ngantuk” sarkas Kila. Afifah dan Tiara terkejut lalu mereka saling oandang dan mengangguk. Akhirnya mereka pulang bareng Satria dan Kila. ***** Akhirnya mereka sampai di kostan , Mereka membuka pintu mobil lalu keluar. “ Makasih banyak ya Sat , Kil “ ujar Afifah. “ iya sama – sama Fah” menyunggingkan senyum tipis. Ya sangat – sangat tipis hingga hampir tidak kelihatan. Afifah dan Tiara memperhatikan mobil Satria yang semakin berjalan jauh dan mengecil. “ Yaudah yok Fah kita lanjut masuk” ujar Tiara. Akhirnya mereka sampai di depan Kamar kos masing – masing. Tiara sudah lrbih dulu sampai dan masuk. Afifah membuka sepatunya lalu menyampirkan tasnya mencari – cari kunci kostnya. Setelah mendapatnnya lalu di buka lah . “ Assalamualaikum” ucap Afifah sebelum memasuki rumah. Suatu hari datang seorang dari Bani Amir ke rumah Rasulullah dan meminta izin untuk memasuki rumah beliau. Maka, Rasulullah berkata kepada pembantunya, “Keluarlah kamu dan ajarkan laki-laki itu adab meminta izin, katakanlah padanya untuk mengucapkan, ‘Assalamualaikum, bolehkah aku masuk?” (HR Abu Dawud dan Ahmad) Hadits tersebut berisi anjuran bagi setiap umat Islam untuk mengutamakan salam sebelum memasuki suatu rumah. Mengucapkan salam adalah bagian dari perintah Allah SWT. Karena salam merupakan doa, baik bagi yang mengucapkan maupun yang mendengarkan. فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ ۚ “…Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya), yang artinya juga memberi salam kepada dirimu sendiri…” (QS an-Nur [24]: 61). Betapa pentingnya meminta izin sebelum memasuki sebuah rumah yang bukan milik sendiri. Cara ini merupakan salah satu kaidah dalam bersilaturahim. Dan, begitu indah akhlak seseorang yang selalu mengawali ucapan salam kepada siapa pun yang ditemuinya. وعن أَبي أُمامة صُدَيِّ بن عجلان الباهِلِي قال: قال رسولُ الله إنَّ أَوْلَى النَّاس باللهِ مَنْ بَدَأهم بالسَّلام “Sesungguhnya orang yang paling utama di sisi Allah adalah mereka yang memulai salam.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi). Selain itu, beberapa kaidah salam yang baik adalah bagi orang yang berkendaraan mengucapkan salam kepada yang berjalan kaki. Pejalan kaki memberi salam kepada yang duduk. Orang yang lebih muda memberi salam kepada yang lebih tua. Mereka yang kuat memberi salam kepada yang lemah. Dan, bagi yang kaya memberi salam kepada yang miskin, begitu seterusnya. Jika seperti itu, secara sendirinya akan mengurangi sifat thagha dalam diri setiap Muslim, sekaligus memperkokoh ukhuwah Islamiyah. Kaidah salam yang lain juga mengatur rendah dan tingginya suara saat mengucapkan salam, terutama ketika malam hari. Mengucapkan salam harus dengan suara rendah dan lembut selama dapat didengar oleh orang yang masih terjaga. Dengan kata lain, apabila mengucapkan salam pada malam hari selama bukan urusan yang amat penting dan mendesak, tidak boleh mengganggu orang yang sedang tidur apalagi membangunkannya. Kaidah selanjutnya, salam tidak hanya untuk kaum pria saja. Asma’ binti Yazid RA pernah meriwayatkan bahwa Rasulullah ketika lewat di depan masjid dan sekelompok perempuan sedang duduk-duduk di sana maka Rasulullah melambaikan tangannya sambil memberi salam. Dan, dianjurkan juga untuk mengucapkan salam kepada anak-anak agar membiasakan mereka dengan adab-adab memberi salam. Anas RA menceritakan bahwa ketika ia melewati anak-anak kecil, kemudian ia mengucapkan salam kepada anak-anak tersebut. Begitulah keteladanan Rasulullah dan para sahabatnya dalam mengutarakan salam. Sebagai umatnya, sudah selayaknya kita meneladani Rasulullah dan para sahabatnya. Sebab, mereka telah mencontohkan tata cara yang baik dalam menebar salam antara satu dengan yang lain. Di manapun mereka berada, tidak lupa berbagi salam. Dalam Alquran juga disebutkan etika saat masuk rumah yakni dengan mengucapkan salam. Allah SWT berfirman: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَدْخُلُوْا بُيُوْتًا غَيْرَ بُيُوْتِكُمْ حَتّٰى تَسْتَأْنِسُوْا وَتُسَلِّمُوْا عَلٰٓى اَهْلِهَاۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat." (QS. Surat An Nur: 27) Anjuran mengucapkan salam dan doa masuk rumah juga termaktub dalam ayat lain. Allah SWT berfirman: فَاِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوْتًا فَسَلِّمُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ مُبٰرَكَةً طَيِّبَةًۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ Artinya: "Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada penghuninya salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberkati lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya. (QS. An Nur: 61) Ibnu Katsir menerangkan ayat tersebut berisi etika-etika syariat yang diajarkan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, yaitu etika dalam meminta izin masuk ke dalam rumah orang lain untuk keperluan. Allah menandaskan bahwa mereka tidak boleh memasuki rumah orang lain sebelum meminta izin kepada para penghuninya dan memberikan ucapan salam kepada mereka. Seseorang yang hendak memasuki rumah orang lain dianjurkan meminta izin sebanyak tiga kali. Bila diizinkan, maka ia boleh masuk; dan bila tidak diizinkan, hendaknya ia pergi. Rasulullah SAW selalu mengucapkan salam ketika bertamu ke rumah sahabat atau kaumnya. Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu bahwa Nabi SAW meminta izin untuk menemui Sad ibnu Ubadah. Maka Nabi SAW mengucapkan, "Assalamu alaika warahmatullah, " Sad menjawab, "Waalaikas salam warahmatullah". Dalam riwayat lain dari Anas RA yang mengatakan bahwa Nabi SAW pernah berwasiat kepadanya (yakni memerintahkan kepadanya untuk mengamalkan) lima pekerti. Nabi SAW bersabda: Hai Anas, kerjakanlah wudu dengan sempurna, niscaya umurmu akan bertambah; dan ucapkanlah salam kepada orang yang engkau jumpai dari kalangan umatku, niscaya bertambah banyaklah kebaikan-kebaikanmu; dan apabila engkau memasuki rumahmu, ucapkanlah salam kepada keluargamu, niscaya menjadi banyaklah kebaikan rumahmu; dan kerjakanlah salat duha, karena sesungguhnya salat duha adalah salatnya orang-orang yang suka bertobat di masa sebelummu. Hai Anas, kasihanilah anak kecil dan hormatilah orang dewasa, niscaya engkau termasuk teman-temanku kelak di hari kiamat". Dari Qais ibnu Sad ibnu Ubadah yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. berkunjung ke rumah mereka. Nabi SAW mengucapkan "Assalamu'alaikum warahmatullah.” ****** Setelah mengucap salam Afifah masuk ke dalam , di letakkannya semua barang – barangnya sembarangan, Afifah melangkah ke kamar mandi untuk membuang air kecil ,selama perjalanan pulang ia sudah sesak ingin buang air. “ EBOOOO!” teriak Afifah di depan kamar mandi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN