Di mulai!

1004 Kata
Hari ini hari perlombaan di mulai. Pagi-pagi sekali, lomba yang pertama kali dimulai adalah cerdas cermat. Mengapa pagi? Alasannya karena otak masih segar, ingatan masih tajam. Afifah dari tadi sibuk memanjatkan doa untu dirinya dan Tiara. Jelas saja karena ada banyak penonton di sana termasuk Mila yang Afifah tidak duga akan sebanyak ini. Ia tentu gugup dan kegugupan biasanya memakan dirinya sendiri nanti. "Fa udah udah. Udah banyak banget doa yang kamu ucap, sekarang kamu tarik nafas panjang keluarin pelan-pelan. Nanti tenang sendiri kok," ujar Tiara yang sedari tadi sudah tenang karena selalu tarik nafas panjang. "Iya, ya, Ra?" "Hm. Gitu aja terus, ntar tenang kok." Sampai beberapa menit kemudian ketika acara dimulai. Afifah dan Tiara sudah sama-sama tenang dan siap menghadapi seluruh pertanyaan yang totalnya mungkin ada sampai dua puluh soal. "Baik saya akan mulai bacakan soal, untuk tim yang tahu, langsung tekan tombol secepat mungkin." Sesuai dengan apa yang diinstruksikan kemarin. Maka hari ini ada enam tim cerdas cermat. Memang agak timpang karena kelas satu dan tiga di gabung soalnya. Tapi saat dimusyawarahkan semuanya sepakat dan tidak ada yang protes, maka acara tetap dilanjutkan. Dan nama tim Afifah Tiara adalah 1IPA sedangkan tim di sebelah mereka adalah 1IPS. "Baik saya mulai ya...." "Sebutkan nama lain hari kiamat yang menggambarkan bahwa pada hari itu semua makhluk yang sudah mati akan dihidupkan kembali !" Tim 1IPA menekan tombol tapi kedahuluan dengan tim 3IPA. "Yaumul Ba’tsy!" jawab kakak senior. "Benar! 10 poin untuk 3IPA" "Kedua. Hari kebangkitan Ilmu yang mempelajari tentang dasar-dasar / pokok-pokok ajaran agama disebut!?" Afifah menekan tombol bahkan sebelum guru menyelesaikan pertanyaannya, sebenarnya tidak boleh tapi karena ini perdana, maka tidak apa. "Usuluddin!" "Benar! 10 poin untuk 1IPA!" "Ketiga, Pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan alam metafisik seperti, malaikat,jin,setan,roh , dll disebut!" "Ruhaniyat!" "Eh pencet dong tombolnya," ujar pak guru pada seorang murid di 2IPS. "Untuk perdana okelah ya, sama kayak tadi, gak boleh juga. Jadi 10 poin untuk 2IPS." "Keempat, Ilmu logika disebut juga dengan!" 2IPA cepat menekan tombol, bahkan sampai dua kali. "Ilmu mantiq" "Benar!" "Kelima. Siapakah sahabat yang ditugaskan untuk mengumpulkan/menulis Al-Qur’an?" 1IPS jelas tidak mau kalah. "Zaid bin Tsabit." "Benar!" Dan poin untuk 1IPS otomatis berubah dari 0 menjadi 10. "Keenam, Siapakah yang membangun Baitullah/Ka’bah?" Tiara menekan tombolnya tepat waktu. "Nabi Ibrahim a.s dan nabi Isma’il a.s" "Benar!" "Ketujuh, Sebutkan anggota badan yang harus dibasuh dalam berwudhu yang juga menjadi anggota tayamum!" 3IPS menekan tombol dengan tangan terkepal. "Muka dan tangan!" "Benar!" "Kedelapan. Sholat sunnat apakah yang dilakukan tanpa sebab tertentu ?" 3IPA menekan tombol, hendak menjawab tapi tiba-tiba seperti kelupaan sesuatu hingga 2IPA merebut jawaban dengan menekan tombol. "Sholat sunnat muthlaq!" "Benar! 10 poin untuk 2IPA!" "Kesembilan, Sebutkan 3 sifat utama yang terdapat pada Allah !! Afifah dan Tiara menekan tombol berbarengan. "Wajib, Jaiz dan Musthil." "Benar!" "Kesepuluh. Apakah yang dimaksud dengan dalil naqli ?" 2IPS menekan tombol. "Dalil yang bersumber dari Al-Quran dan Hadits!" "Benar!" Afifah menipiskan bibirnya, 2IPS 3IPA 1IPA sepertinya kejar-kejaran, ia juga tidak mau kalah. Afifah lalu meletakkan tangannya di atas tombol, jika ia tahu ia akan segera menekannya. "Kesebelas! Menerima atau mengikuti pendapat orang lain tanpa mengetahui alasannya, dalam ilmu fiqih disebut dengan!" Afifah menekan tombol. "Taqlid!" "Benar!" "Dua belas! Orang yang berijtihaj dalam hukum Islam disebut!" Afifah menekannya lagi, ia tidak mau apa yang sudah ia pelajarin susah payah tidak ia keluarkan semua. "Mujtahid." "Benar!" Poin 1IPA sekarang 40, yang tertinggi dari semuanya. "Tiga belas! Nabi Muhammad Saw lahir dari keturunan suku Quraisy yakni dari kabilah!?" Afifah menekan lagi. "Bani Hasyim." "Benar!" "Empat belas. Orang yang pertama kali masuk islam dari golongan b***k adalah!" "Zaid bin haritsah," jawab Afifah lagi dan sekarang poin mereka 60. "Lima belas. Ekpedisi militer kaum muslimin dan didukung oleh angkatan laut yang didirikan pada masa khalifah!?" 1IPA dan 3IPA saling bersamaan, tapi diputuskan 1IPA lebih dulu menekan. "Ali bin abi thalib!" "Benar sekali!" "Enam belas. Setiap masuk masjid, kita disunnatkan untuk melakukan sholat sunnat menghormati masjid sebanyak dua rakaat . Sholat sunnat apakah yang dimaksud?" 3IPA menekan lebih cepat sekarang. "sholat sunnat Tahiyatul masjid." "Benar!" "Tujuh belas. Apabila kita menghadapi permasalahan atau ragu- ragu dalam menentukan pilihan, Islam mengajarkan kepada kita untuk mengerjakan sholat sunnat untuk meminta petunjuk dari Allah SWT. Sholat sunnati itu dinamakan?" 1IPA kembali beraksi tapi kali ini Tiara yang menekan tombol. "Sholat Istikharah " "Oke benar. Delapan belas. Sholat sunnat apakah yang tidak terdapat rukuk dan sujud didalamnya?" 2IPA menekan tombol. "sholat jenazah/mayit" "Oke. Sembilan belas. Apakah yang dimaksud dengan Ulul Azmi ?" 1IPS menekan tombolnya. "Para Nabi yang mempunyai keteguhan hati dan ketabahan yang sangat tinggi." "Benar sekali! Baiklah ini yang terakhir ya. Dua puluh, Setelah ayah dan ibu nabi Muhammad meninggal, oleh siapakah nabi diasuh?" Tiga tim menekan tombo, 1IPA 2IPA dan 3IPS. Tapi yang disuruh menjawab 3IPS. "Abdul Muththalib." "BENARR!" "Baiklah sudah selesai, beri tepuk tangan pada keempat tim." Pak guru menghela nafas panjang. "Kalau cerdas cermat ini tidak perlu penilaian ya karena skor di depan mata sudah ada dan bisa dilihat siapa pemenangnya kali ini." "Yaituuu Tim 1IPA dengan perolehan skor 80 poin! Selamatt!!" Afifah dan Tiara saling pandang dan tersenyum lebar senang akan kemenangan mereka. Alhamdulillah, perjuangan tidak ada yang sia-sia. Keduanya rasanya ingin berteriak kegirangan sekarang juga. Tapi, tidak tidak , mereka harus ingat situasi. Cukup mengucapkan hamdalah di dalam hati rasanya sudah cukup. Kalau mau merayakanannya lebih lanjut nanti, di kos mereka saja. Di sini tidak perlu berteriak heboh dulu. "Gk sia-sia kita udah belajar selam aini, Fa," ujar Tiara yang tidak bisa menahan senyumnya. "Ya Allah seneng banget, alhamdulillah banget." Afifah juga bahagia, melihat Tiara bahagia, membuatnya bahagia juga. "Iya, kan,Ra. Aku juga nggak nyangka.. Padahal tadi udah degdegan parah takut nggak bisa." Tiara mengangguk setuju. Iya, apalagi pas semuanya buru-buru jawab. Untung kita lebh gerak cepet lagi, Fa. Kalau enggak ya kita nggak kedapetan poin." Ya, Afifah sangat setuju kalau yang satu itu. Memang terasa sekali degupan jantungnya ketika hal itu terjadi. Tapi untungnya semua sudah usai, mereka keluar sebagai pemenang, rasanya sungguh luar biasa dan bangga pada diri sendiri. *** ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN