"Kak Alen... boleh foto bareng, nggak?" Seorang penggemar datang menghampiri dan meminta foto bersama. Natla dan Rindu saling bergandengan, berjalan ke arah pinggir memberi ruang Alenta dan penggemarnya agar bisa foto tanpa merasa terganggu. "Nggak apa-apa?" tanya Alenta kepada dua temannya itu. Natla melambaikan tangan kirinya. "Santai aja. Gue sama Rindu tungguin." "Makasih, ya," ujar Alenta, menyunggingkan senyum. Kalau dibilang terganggu, ya tidak. Sudah menjadi konsekuensi Natla dan Rindu memiliki seorang teman yang populer. Hal semacam ini bukan pertama kalinya mereka alami. Mereka, dan semua orang terdekat Alenta, sekarang akan fokus apa yang membuat perempuan itu senang dan nyaman. Jika membandingkan Alenta dengan setahun yang lalu. Murung, banyak melamun, jarang tersen

