Dami menarik tangannya lagi. Badannya berputar memunggungi pintu. Dami mengusap wajah, menarik napas lalu mengembuskannya perlahan. Ia ragu untuk mengetuk pintu. Jika ia bertemua perempuan itu, ia harus membuat alasan apa? Karena ia khawatir? Cemas? Atau apa? Tanpa Dami duga, pintu rumah terbuka. Si tuan rumah menatap Dami agak bingung, tapi akhirnya menyapa Dami juga. "Cari Alenta, ya?" tanya Tasya ramah. "Oh, iya..." Dami agak linglung menjawabnya. Dalam hati ia mengutuk dirinya sendiri. Bisa-bisanya ia mengiakan pertanyaan Tasya. Ah, tapi kan, kedatangan Dami kemari memang sengaja ingin bertemu Alenta. Karena kata-kata Tiara kemarin, Dami jadi kepikiran. Tidak hanya semalaman, tetapi juga tiap menit dan detik. Seperti, sedang apa perempuan itu, apa yang terjadi, apa keadaannya

