Davian berhenti menggosok rambutnya. Ia tengah mengingat mimpi apa ia semalam. Davian menggosok rambutnya lagi dengan gerakkan pelan. Sepintas, ia mengingat satu per satu gambaran mimpinya. Ah, iya, Davian memimpikan mendiang Fano. Sudah berapa bulan Fano meninggal. Davian seringkali lupa kalau temannya sudah tidak lagi di dunia. Davian mendongakkan kepalanya ke atas lalu memejamkan mata kala air dari shower turun dengan deras. Davian membalikkan badan, menggosok lengan lalu dadaanya bersamaan air yang turun mengguyur seluruh badannya. Tidak pernah ia memimpikan Fano seperti beberapa hari ini. Hampir setiap hari Davian mimpi tentang Fano. Kadang Fano datang ke mimpinya sambil tersenyum, menatapnya tanpa ekspresi, dan mimpinya semalam, Fano datang ke mimpinya dan meminta tolong. Davian

