Untuk memastikan kebenarannya. Davian mencari Alenta. Ia ingin mendengar secara langsung dari perempuan itu. Davian pamit kepada Tasya. Davian lupa kalau Alenta sudah menjadi penyanyi terkenal dan memiliki banyak jadwal. Ia tidak bisa datang sesuka hati seperti dulu. Paling tidak Davian harus mengirim pesan atau telepon lebih dulu sebelum datang. "Gue langsung balik aja, Sya," kata Davian sebelum pergi. "Lo nggak mau nunggu aja? Atau gue telepon Alen dulu, ya?" "Nggak usah, Sya. Gue buru-buru juga kok." Davian menggeleng. "Gue balik, deh. Tolong sampaiin salam gue ke Alen, ya." "Eh, iya." Tasya memganguk. "Gue sama Kak Rayan pasti usahain dateng ke lamaran lo sama Rindu, ya, Dav!" "Iya, Sya. Makasih ya." Tasya mengantar Davian sampai di depan pintu rumah. Beruntung Davian tid

