Lo Suka Alenta?

3106 Kata

Raka kembali seperti biasa. Jahil, tukang lawak, berisik, dan sebagian lainnya. Semua karena telah berbaikan dengan adik-adiknya. Walau harus ada drama menangis dulu, setidaknya, Raka jauh lebih tenang. Ia tahu apa yang diinginkan si kembar selama ini. Abra baru saja tiba, membawa tiga gelas kopi lalu membagikannya. "Buat lo, Bang." "Makasih, A," sindir Raka. Mereka semua yang ada di sana jadi saling lihat-lihatan. Sejak kapan Abra dipanggil A? Padahal ada alasan di balik Raka memanggilnya itu. Ia masih ingat jelas kalau Tiara memanggil Abra dengan sebutan A. Bukan Aa. Melainkan A-bra. Iya juga sih, memanggil nama Abra itu serba salah. Mau memanggil Bra, rasanya riskan saja. Apa lagi kalau ada perempuan, dikira mereka sedang bercanda. Padahal namanya memang Abra. Tapi, kalau dipa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN