Dia, Lelah

1031 Kata

Sepanjang hari, Tiara menghabiskannya dengan melamun. Semua pekerjaan yang dilakukannya jadi tidak fokus, beberapa kali Alenta menegurnya, dan Tiara segera menyadari lalu meminta maaf. Alenta mengekor di belakang Tiara. Sejak tadi, pandangannya tidak pergi ke mana pun selain pada Tiara. Tidak biasanya Tiara pendiam, banyak melamun, kalau ada masalah, kenapa tidak memberitahu Alenta saja? Siapa tahu Alenta bisa membantu. "Ra." Alenta memegangi bahu Tiara. Posisi Alenta berada di belakang punggung si manager. Mendengar namanya dipanggil, Tiara membalikkan badan, dahinya mengernyit, kemudian bertanya, "Kenapa, Len?" Alenta bersedekap. "Harusnya gue yang tanya sama lo. Hari ini lo kenapa?" Tiara tampak murung. Seperdetik kemudian senyumnya muncul. "Gue? Baik-baik aja." Alenta mengg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN