"Di mana?" Sebuah pesan masuk. Dari Dami. Alenta mengeluarkan ponsel, ia hendak membalas pesan dari lelaki itu. Baru saja ia akan mengetik sebuah balasan, Dami tahu-tahu menelpon. Ia menggeser layar, lalu menempelkannya ke telinga kirinya. "Halo, Dam," sapanya. Ia menaiki anak tangga menuju ke lantai atas. "Lo lagi sibuk, Len?" tanyanya di balik telepon. Alenta hampir menyentuh tangga terakhir. "Nggak, sih. Barusan nyampek rumah. Kenapa?" Dami malah balas bertanya, "Lo udah makan?" Pertanyaan Dami membuat Alenta mengerutkan dahinya. "Belum. Gue nggak sempat makan tadi. Ada urusan sama Tiara." "Mau gue jemput, nggak?" "Hah?" Alenta berhenti menggerakkan kedua kakinya. Ia jadi berdiri di depan pintu tanpa membukanya. Tangannya menggantung, memegangi gagang pintu. "Temenin

