Bayangan Mengerikan

1045 Kata

"Gue kecewa sama lo, Len." Kalimat itu tidak berhenti memenuhi isi kepala Alenta. Davian terlihat sangat kecewa padanya. Ia pun sama kecewanya ke diri sendiri. Karena ia baru mengetahui sebuah fakta. Bahwa Fano meninggal bukan karena dirampok. Melainkan dibunuh seseorang yang dendam atas kasus p*********n lima tahun yang lalu. Alenta duduk meringkuk di atas ranjang, memeluk dirinya sendiri dan tidak berhenti menangis sampai matanya bengkak. Alenta terus menyalahkan dirinya. Kalau saja ia tidak memaksa Fano untuk menolak menjadi saksi, mungkin Fano tidak mungkin mengalami nasib tragis. Dami benar, ia memang pembawa sial. Kedua bahu Alenta gemetaran, suara isakkannya berubah sesenggukkan. Alenta memejamkan matanya yang dibiarkannya air mata terus membasahi wajahnya. Alenta berbaring

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN