"AH! ANJIR! LO NGAPAIN DI SITU?!" Raka cepat-cepat membungkam mulut Tiara. "Berisik! Jangan sampai teriakkan lo bikin kita berdua di nikahin besok!" Tiara mendorong tangan Raka. Ia mengusap-usap bibirnya. "Apa hubungannya?!" Raka berkacak pinggang. "Gue bawa lo pulang ke sini aja sempat dikira hamil anak gue. Kalau lo teriak kayak barusan, orang satu rumah bisa mikir lo gue apa-apain! Emang lo mau di nikahin sama gue? Kalau mau, ya nggak apa-apa, sih. Gue nggak bakal nolak juga." Tiara menyibak selimut, lalu turun dari ranjang. "Najis!" jerit Tiara di depan wajah Raka. Raka mengelus dadaanya. Menghadapi Tiara bak macan itu harus penuh kesabaran yang ekstra. Tidak boleh balas marah-marah kalau masih berharap ingin balikan. Raka selalu sabar, mengalah, Tiara saja bilang najis. Apa

