Alenta berani mengucapkan sumpah bahwa ia sungguhan melihat Fano sebelum jatuh pingsan. Fano memangku kepalanya dengan raut wajah yang sedih. Sebelum Alenta benar-benar memejamkan matanya, ia sempat mengatakan sesuatu kepada Fano, dan dibalas gelengan kepala oleh lelaki itu. "Gue mau nyusul lo, Fan." Fano tidak mengatakan sepatah kata pun selain menggelengkan kepalanya. Alenta juga memegangi sebelah pipi Fano. Ia pikir ia berhalusinasi bertemu lelaki itu. Walau dalam keadaan tidak baik-baik saja, Alenta senang bukan main. Ia bisa melihat Fano kembali. Ia tidak peduli itu Fano sungguhan atau halusinasinya semata. Yang ia inginkan hanya satu: melihat Fano. Ada hal yang ingin Alenta sampaikan kepada Fano. Salah satunya tentang perasaannya selama ini. Ia selalu menjadi seorang pengecut.

