Hasan, lelaki tua yang telah ditinggal oleh kedua anaknya secara beruntun, berjalan pelan menuju kamar. Langkahnya tampak lesu, entah karena memang sedang kelelahan bekerja, atau karena kedua kakinya sudah tidak mampu berjalan secepat dulu. Dibukanya pintu kamar. Ketika pintu terbuka, maka yang dilihatnya hanya ruangan yang gelap. Hasan melangkah lebih dalam, tanpa menghidupkan lampu utama di kamar, Hasan menutup pintunya kembali dan berjalan ke arah ranjang. Sebagai ganti penerangan di kamarnya, Hasan menghidupkan lampu senter miliknya. Perlahan berjalan ke arah dinding—yang ditutup dengan kain berwarna putih. Hasan menarik ujung kain-nya kemudian dibiarkannya jatuh ke lantai. Seketika kedua mata tuanya menangkap foto dua orang. Target terakhirnya. Alenta dan Gavin. Sebelum ia mengh

