Bab 32 Kamulah Masa Depanku. Rama menarik tubuh Kiana ke dalam pelukan lalu mengecup dahinya lembut membuat siswa-siswa yang melihatnya bersorak dan bertepuk tangan. Kiana mengendurkan pelukannya, wajahnya sudah semerah tomat sekarang. "Mas, lepas! Malu diliatin dan disorakin banyak orang," bisik Kiana protes. "Kenapa memangnya? Kita suami istri yang sah kan? Kenapa harus malu?" sahut Rama dengan suara lirih. Kiana memutar bola mata malas, ia pun memaksa untuk sedikit memberi jarak. "Cieee …." Kali ini teman-teman Kiana yang menyorakinya. "Ckkk apa sih, udah ayo kita berangkat," ucap Kiana mengalihkan pembicaraan. "Oh iya sampai lupa," potong Rama. "Ayo kita rayakan kelulusan mu?" ucap Rama menggandeng tangan Kiana namun Kiana menahannya. "Tapi Mas…." ucap Kiana menggantung. Seo

