Bangun Kesiangan

1016 Kata

Hingga dini hari Kiana baru bisa memejamkan matanya dan bernafas lega setelah mendengar dengkur halus Rama. Keduanya tertidur dengan pulas hingga tak mendengar bunyi alarm yang mereka pasang ponsel mereka masing-masing. Pagi ini Mei dan Rudy bangun sedikit lebih awal karena mereka hendak melakukan rutinitas pagi mereka di kala weekend yakni lari pagi di sekitar komplek. "Minggu depan kita ajak anak-anak jogging pasti lebih seru deh, Ma," usul Rudy. Mei menganggukkan kepalanya setuju. "Iya bener, tambah rame dan semangat." "Pa, satu putaran lagi habis itu pulang yuk? Sudah panas nih." Rudy melirik jam di pergelangan tangannya. "Baru juga jam delapan, Ma." "Tapi Mama sudah capek, Pa. Dan lagi Mama itu hari ini rencananya kepingin masak-masak bareng menantu Mama gitu lho Pa jadi mau per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN