Peduli Sesama Manusia

1422 Kata

Memastikan Cello benar-benar telah pergi, Laura langsung memesan taksi untuk menuju ke tempat tinggal barunya yang lebih dekat dengan rumah Abi. Niatnya agar tidak terlalu jauh untuk pergi bekerja, hanya itu. Laura bosan, entah sampai kapan dia akan hidup seperti ini. Berpindah dari sana ke sini, mencari tempat yang lebih aman. Laura lelah, benar-benar lelah akan hidupnya. Terkadang dia berpikir, pantaskah dia bahagia? Pantaskah ada orang yang benar-benar tulus mencintainya, ketika kasih sayang dari ke dua orang tuanya tak mampu dia dapatkan. Sepanjang perjalanan, Laura masih menangisi nasibnya. Dia berhenti menangis ketika ponselnya berdering, dan nama Abi tertera di sana. Namun ternyata, bukannya berhenti, air mata Laura justru jatuh semakin deras. Dia tidak boleh terlihat lemah di ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN