Laura terbangun dengan tubuh yang lebih segar dan pikiran yang tenang. Sejuknya udara pagi di kamar itu membuatnya enggan beranjak dari ranjang. Apalagi kasur yang empuk dan selimut yang hangat. Sudah lama sekali Laura tidak menikmati fasilitas seperti ini. Kasur di kosnya hanya sekadar menjadi alas tidur saja tanpa rasa nyaman yang tercipta ketika berbaring di sana. Laura melirik jam dinding, sudah pukul enam pagi dan mentari mulai menyinari. Dia bangun benar-benar dengan wajah yang sangat ceria. Lima jam tertidur dengan lelap baginya sudah lebih dari cukup. Dia segera mandi untuk memulai aktifitas, hal-hal yang dia nikmati di kamar ini benar-benar membawanya pada ingatan masa remaja, di mana kehidupannya juga semewah ini. Lagi-lagi Laura menitikan air mata ketika dia sedang menikmati g

