Reaksi Berlebihan

1634 Kata

Abi membuka pintu, dia sudah bisa menebak siapa yang akan berkunjung ke rumahnya di waktu-waktu tertentu seperti ini. Dan dugaannya benar, orang itu adalah Nara, mamanya. "Sengaja ya kamu ubah kode akses supaya mama nggak bisa masuk?" Protes wanita paruh baya itu. "Eh sebentar, itu tongkat, kenapa? Ada apa dengan kakimu, Nak?" Nada bicara Nara seketika langsung berubah menjadi lembut kala menatap keadaan putra semata wayangnya. "Ditendang teman waktu main futsal," sahut Abi singkat. Tanpa mempersilakan sang mama masuk, mamanya sudah melangkah duluan. "Kamu nggak hati-hati sih. Udah mama bilang kalau punya hobi itu jangan yang berbahaya, kenapa sih?" Protes Nara, terlihat iba menyaksikan cara Abi berjalan sambil memegang pundaknya. "Cuma cedera biasa Ma, berapa hari doang juga udah pu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN