Abi melangkah pelan, rasa langkahnya berat sekali untuk kembali menuju ke kamar Laura. Rasa ibanya bertambah saat melihat bagaimana Laura merasa tertekan ketika Nara berada di sini tadi. Tanpa mengetuk pintu, Abi masuk ke dalam kamar Laura. Terlihat wanita itu sepertinya memang benar-benar tertidur. Abi berharap, semoga obat yang sudah Laura minum, segera bekerja, agar wanita itu sembuh seperti sedia kala. Mata Abi tertuju pada pecahan kaca yang masib berserakan, dengan sabar dia berjongkok sembari mengutipnya satu persatu. Laura merasakan kehadiran seseorang di sekitarnya, langsung membuka mata. "Pak, maaf…" lirih Laura merasa bersalah karena kecerobohannya, Abi harus repot membereskan pecahan kaca itu "It's okay, kamu istirahat aja,” jawabnya sambil tersenyum. "Iya Pak," sahut La

