"Kamu siapa?" Suara lantang Nara, perpaduan antara terkejut dan marah, terdengar jelas ketika pintu kamar yang ditempati Laura terbuka lebar. Abi mengikuti langkah Nara, dengan perasaan resah, galau, campur aduk. "Ini Laura, Ma," ucap Abi, berjalan melewati mamanya yang masih betah di ambang pintu. “Ini yang kamu sebut kucing? kucing cantik berkaki dua?” tanya Nara sinis. Laura yang saat itu masih pucat karena sakit, tambah pucat karena kehadiran orang yang tak dikenalinya ini. Dan dia semakin panik sekaligus ketakutan saat Abi menyebut wanita ini dengan panggilan 'Ma'. "Laura siapa? Kenapa bisa ada di sini, jadi dia yang sakit?" tanya Nara Lagi. Abi tampak bingung, dia menatap Laura dengan tatapan iba. Tatapannya bergantian pada beling-beling yang berasal dari gelas pecah, yang k

