Sembari menunggu kedatangan Wilson yang mengaku sedang berada di dalam perjalanan ke rumahnya, Abi kembali mendekati Laura. Duduk tepat di sebelah gadis itu berbaring, sambil terus memegangi keningnya. Laura demam, dan entah apalagi yang di alaminya, Abi tidak mengerti. "Uhuk… uhuk. Ehm." Laura batuk, dia sedikit meringis, berdehem sembari memegangi tenggorokannya yang terasa kering. "Laura? Kamu sadar? Sebentar, saya ambilkan minum." Abi segera menuju dapur. Laura yang kesadarannya belum penuh, tidak mampu menjawab apapun. Rasanya semua seperti mimpi. Ya gue pasti mimpi, Pak Abi kan lagi keluar kota. Laura bergumam di hati, lalu kembali memejamkan matanya. Kepalanya pusing, seperti berputar-putar. Badannya mulai tidak nyaman sejak malam tadi. "Minum, Laura!" Titah Abi, sambil meleta

