"Maafkan aku Yuri. " gumam Dara lirih. Gadis itu memang sengaja mematikan ponselnya, dia tahu jika sahabatnya pasti sangat mencemaskannya.
"Kenapa melamun. " suara bariton Ben membuat Dara menoleh, gadis itu melotot melihat Ben yang membawa Isabelle ke gazebo.
"Om kenapa kamu bawa Isabelle ke sini. " Dara langsung panik melihat hewan berbulu itu mendekatinya.
"Isabelle sepertinya ingin berkenalan denganmu Dara. " balas Ben dengan santai. Dara menggeleng, gadis itu sangat ketakutan melihat Isabelle, si macan tutul betina. Ben menyuruh Isabelle diam, hewan itu menurut, lalu Ben mendekati Dara. Gadis itu memeluknya erat, pria itu menggendongnya, lalu mendekatkan kearah Isabelle.
"Om Ben. " teriak Dara frustrasi namun justru membuat Ben tergelak. Dalam hati gadis itu mengumpat akan kelakuan Ben padanya. Ben memanggil dua bodyguard, membawa Isabelle kembali ke dalam kandangnya. Dara masih terus bergelayut di tubuh Ben, sepertinya Dara masih ketakutan, Benpun membiarkannya.
"Mau sampai kapan kamu memelukku Dara!
Dara tersadar, segera mendorongnya. Gadis itu menatap tajam pria di hadapannya, masih kesal dengan kelakuan jahil Benjamin padanya. "Om bener bener nyebelin tahu gak. " ketus Dara kesal. Wanita itu kembali duduk di gazebo, mengabaikan keberadaan Benjamin.
"Om aku menyesal, ternyata aku begitu murahan membiarkannya menyentuhku. " gumam Dara tiba tiba. Ben tak mengerti apa yang di katakan Dara barusan, Dara menjelaskan secara singkat masalahnya.
"Jika kamu masih mencintainya, kenapa kamu melepasnya setelah apa yang kalian lakukan selama ini? "
"Aku sadar om, selama ini sikapku pasti begitu menyiksanya. Aku melepaskannya supaya dia bisa mencari gadis lain yang lebih baik dari aku. " ungkapnya dengan nada pilu. Dara kembali merasakan rasa sesak itu setiap kali mengingat Mike dan permasalahan mereka.
"Kau benar benar bodoh Dara!
Ben berdecak pelan melihat sikap Dara yang bodoh dalam mengambil keputusan. Dara hanya diam, tak membalas ucapan pedas Ben padanya.
"Setelah ini apa yang akan kau lakukan Dara? "
"Memulai hidup baru, aku tak ingin berhubungan dengan laki laki lagi. " ujarnya tegas menatap manik kelam milik Benjamin. Dara tersenyum tipis, meski sikap Ben menyebalkan namun pria itu nyatanya memang pria baik.
"Aku ke dalam dulu. " Ben bangkit, masuk ke dalam membiarkan Dara sendirian. Dara kembali menghela nafas berat, dengan iseng menyalakan ponselnya. Belasan panggilan tak terjawab, pesan dari Yurika dan Mike.
Dia hanya membaca pesan permintaan maaf dari Mike, Darapun hanya diam bingung harus bagaimana setelah ini. Tanpa dia sadari Mike telah menemukan lokasi keberadaannya.
Tin tin tin tak lama sebuah mobil memasuki area mansion Benjamin, Dara langsung bangkit. Terkejut melihat sosok yang tidak ingin dia temui saat ini, Mike berhasil menemukan keberadaan dirinya. "Dara. " gumam Mike berlari kearah sang kekasih, pria itu langsung memeluknya dengan erat.
"Mike. "
Dara mendorong tubuh Mike, wanita itu menatap tajam kearahnya. "Bagaimana bisa kamu tahu aku ada di sini? "
"Sebenarnya beberapa bulan lalu, aku menempelkan gps di ponselmu honey. " jawab Mike. Mike sebenarnya kesal, mengapa Dara menyembunyikan diri di mansion laki laki lain.
"Kita pulang honey, Yurika sangat mencemaskan kamu. " Dara menggeleng, dia tak ingin kembali ke apartemennya, apalagi tinggal dengan Mike.
"Kenapa, apa kamu sudah betah tinggal dengan pria itu Dara!
"Apa maksud kamu Mike. " pekik Dara kesal dengan tuduhan Mike padanya.
"Dara ada apa? Dara menoleh, Ben kembali ke luar, pria itu datang dengan pakaian kasualnya. Mike mengepalkan tangan melihat sosok pria di samping Dara, Ben melirik kearah Mike dengan tatapan datar nya. Darapun menjelaskan siapa Mike pada Ben, Ben mengerti.
"Dia Om Ben, pria yang menolong aku
Mike. " Darapun menjelaskan siapa Ben pada Mike. Mike tidak percaya dengan Dara, justru pria itu mencurigai keduanya.
"Kamu memutuskan aku karena pria ini bukan hm! Dara tak menyangka bagaimana bisa Mike bisa berpikiran picik seperti ini, gadis itu benar benar kecewa dengan Mike.
"Jangan libatkan om Ben, Mike. Dia tak ada urusannya dengan masalah kita. " geram Dara.
"Kau begitu membelanya Dara!
Dara menghembuskan nafas berat, kesal dengan sikap Mike yang menyebalkan. Ben berjalan kearah Mike, pria itu sejak tadi sudah menahan amarahnya, dia langsung memukul wajah Mike.
Bug.
"Begitu rupanya, kamu juga akan turut mendesah seperti saat kamu berada di bawahku Dara, dengan pria ini. " tunjuk Mike pada Benjamin. Benjamin mengeraskan rahangnya, kembali menghajar Mike, Mike tak tinggal diam untuk membalasnya.
"Hentikan aku mohon. " jerit Dara melihat Mike dan Ben yang saling memukul satu sama lain. Dengan menghembuskan nafas berat, setelah memikirkan matang matang, gadis itu menatap lekat kearah Mike.
"Fine, aku ikut pulang bersama kamu Mike! Kedua pria itu menghentikan aksinya, Mike segera menarik tangan Dara dan membawanya pergi. Benjamin menahan tangan Dara, pria bermata biru itu menariknya hingga tautan tangan Mike terlepas.
"Aku tak akan membiarkan kamu membawa Dara, lebih baik pulanglah. Kau tidak melihat bagaimana kecewanya hati Dara saat melihat kamu Mike. " ujar Ben panjang lebar. Mike berdecih, fokusnya teralih pada Dara yang memalingkan wajahnya kearah lain.
"Jika hatiku tak lagi sakit, aku akan kembali. Please biarkan aku mengobati luka hatiku saat ini Mike, mungkin bagimu sikapku terlalu kekanakan tapi kuharap kamu mengerti Mike!
"Baiklah aku pergi, setelah tenang segera hubungi aku, aku akan menjemputmu honey. Sampai kapanpun hubungan kita tak akan berakhir, mengenai pernikahan kita, kita undur dulu satu minggu dari sekarang. " jelas Mike. Mike bergegas pergi dari sana, Dara menoleh menatap kepergian sang kekasih dengan sendu.
"Maafkan aku Mike. " gumam Dara lirih. Benjamin menghela nafas panjang, mengajak Dara masuk ke dalam.
"Kau mau minum apa Dara? " tanya Ben setelah mereka berada di ruang tamu.
"Buatin aku es s**u cokelat om. " pinta Dara sambil bersandar di sofa. Ben menurut keinginan Dara, pria itu tak berkata pedas padanya saat ini. Tak lama Benjamin kembali, menyerahkan es s**u cokelat untuk Dara. Dara menyesapnya, terdiam memikirkan kata kata Mike barusan.
"Om, om pernah gak ngerasain sakitnya patah hati? "
"Tidak pernah. " jawab Ben pendek. Dara menoleh, merasa tidak percaya akan pengakuan Ben barusan. Ben menatap malas kearah Dara, dia yakin jika gadis di sebelahnya ini tak percaya begitu saja.
"Oh pantes, om terlihat kaku saat berhadapan denganku. " celetuknya santai sambil menikmati es s**u cokelatnya. Benpun hanya diam, memperhatikan Dara yang tengah menyesap minumannya. Setelah menghabiskan es s**u cokelat nya, Dara menatap lekat Ben dengan serius.
"Seharusnya di usia om saat ini sudah menikah dan punya anak lho om, apa perlu aku bantuin om cari pasangan? " goda Dara dengan senyum menggodanya. Ben langsung mendengus kecil, melirik tajam kearah Dara yang tertawa.
Sementara itu Sagara harus bersabar menghadapi tingkah bumil yang menyebalkan, Yurika mengidam sesuatu yang aneh membuat Sagara ingin sekali berteriak. Keduanya sering berdebat hanya karena hal sepele, berakhir dengan Sagara yang mengalah. Seperti saat ini Yurika mengidam ingin mengelus kepala pria botak hal itu membuat Sagara hanya bisa menahan kekesalannya dalam hati.
"Sayang, kamu boleh ngidam apapun asalkan jangan mengusap kepala orang botak sayang. " protes Sagara pada sang istri. Yurika merengut sebal, pria itu langsung kelimpungan melihat istrinya merajuk, dia melakukan segala cara untuk membujuk sang istri.
"Ya udah buatin aku Salad aja. " pasrah Yurika dengan bibir cemberut. Sagara bernafas lega, menciumi wajah sang istri lalu memenuhi keinginan wanitanya. Sepeninggal Sagara, wajah Yurika berubah murung, harusnya keluarganya ikut bahagia mendengar kabar kehamilan dirinya, namun semuanya tak seindah angannya.
"Mom, Dad aku mengandung cucu kalian. " gumam Yurika lirih. Tak lama Sagar kembali, pria itu menaruh semangkuk salad di meja dan mendekati sang istri.
"Mas, aku kangen mommy dan Daddy, harusnya mereka tahu jika aku sedang hamil. " ucap Yurika mengatakan keluh kesahnya pada sang suami. Sagara segera memeluknya, mencoba menenangkan sang istri.
"Maafin aku sayang. " batin Sagara tak tega melihat istrinya kembali murung, dia akan segera menepati janjinya pada Yurika untuk segera memberitahu keluarga mereka.