41. ARETA II

1003 Kata

Dulu .... Kebingungan. Keenan dicekal lengannya untuk menjauhi Areta yang sama-sama berseragam merah putih di sana. "Anak haram?" "Oh, kamu nggak tau?" Reta kecil menggeleng. Sedangkan Vira Alisandina, dia genggam kuat-kuat lengan adiknya, juga menatap tajam sesosok Reta yang digariskan Tuhan darah daging Arka. "Orang tua kamu gak ngasih tau?" Mantan kekasih yang amat Vira puja, begitu kecewa. Yang tak bisa dihapuskan, tak relanya dia melihat Arka dan Neta bahagia. Dulu, mungkin pernah Vira merasa perlu haturkan maafnya. Tapi semakin ke sini, semakin melihat tawa dan binar bahagia di wajah Neta, sedangkan dia masih terluka, Vira nggak bisa. Melihat Areta, yang disekolahkan di tempat serupa dengan Keenan -- adiknya, Vira lampiaskan kebencian yang tertunda di setiap pertemuannya de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN