Brakkkk Deru napas pria itu tampak memenuhi ruang kamar mereka. Reymon langsung terduduk lemas setelah selesai mengunci pintu kamarnya dan merosot duduk di depan pintu dengan beralaskan lantai kamar yang dingin. "Kenapa Mas?" "Kamu masih tanya?" Dengan nada sinis Reymon menatap Nirmala dengan ekspresi yang seolah mengatakan; 'Kenapa kamu meninggalkan saya sendirian di depan?'. Sementara Nirmala yang melihatnya hanya berpura-pura tidak mengerti dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Salah sendiri ngeyel minta dijelasin. Padahal aku udah baik hati gak mau bilang biar kamu gak takut." Tak ingin disalahkan, Nirmala hanya menimpali disertai dengan pembelaan agar tatapan intimidasi Reymon sedikit berkurang padanya. Padahal baru beberapa menit yang lalu mereka sedang bermesraan, ditambah

