Nirmala saat ini telah kembali ke dalam kamar penginapan, di sana dia mendapati Ana yang rupanya telah selesai mandi. Entah siapa yang menemani gadis itu mandi, mungkin Ayahnya yang telah memandikannya. Berusaha kembali menetralkan ekspresi wajahnya agar tidak lagi terlihat mendung di depan calon anaknya, sebisa mungkin gadis itu bersikap ceria seperti biasanya. “Ana udah mandi? Siapa yang mandiin?” “Ditemenin sama Ayah, soalnya di dalam ada mbak kun.” Dengan mengedipkan kedua matanya yang menurut Nirmala terlihat sangat menggemaskan, gadis kecil itu tak menampakkan ekspresi takut selayaknya anak kecil pada umumnya. Tentu saja hal itu membuat Nirmala ikut tersenyum dengan senang. “Kamu hebat loh, dulu kakak seumuran kamu kemana-mana selalu ditemani sama Mama karena takut. Tapi kamu tida

