Suara dering alarm yang cukup mengganggu itu rupanya tak mampu membuat Nirmala yang masih meringkuk dalam tidurnya merasa terusik. Bahkan gadis itu semakin menggulung dirinya dalam balutan selimut tebal yang membuatnya tampak seperti kepompong. Hawa dingin yang terasa masuk dari sela-sela selimut tebalnya membuat gadis itu urung untuk membuka matanya, ia kini beralih mengambil sebuah bantal untuk menutupi kedua telinganya yang terasa pengang karena suara alarm yang tidak juga berhenti setelah sekian lama ia mengabaikannya. Nirmala dalam benaknya bahkan sampai heran, bagaimana bisa alarm itu begitu kuat bertahan padahal sudah dia abaikan setiap harinya. Padahal kalau gadis itu teliti lagi, alarm itu tak jauh berbeda dengannya yang akan selalu tahan dan tidak peduli meskipun berbagai peno

