42. Maaf

1666 Kata

“Gue denger suara ketawa 3 kali di dalam.” “Oh mbak Kun ya, pantes dia sekarang ngikut di belakang.” Dengan santai Nirmala menyeletuk apa yang dilihatnya tanpa menyadari ekspresi horor yang ditampilkan oleh dua orang pria yang berada di depan dan di sampingnya. Perlahan namun pasti, saat ini Reymon semakin mendekatkan dirinya pada Nirmala dengan sengaja menggandeng lengan gadis itu. Sejauh apa pun pria itu bersaha utuk menolak rasa takut yang menderanya dan berpura-pura bahwa dia saat ini tidak takut sama sekali, justru Nirmala yang menyadari hal itu hanya bisa menahan tawanya dalam hati. Dia sempat melupakan bahwa dr.Reymon jika diibaratkan memiliki trauma tersendiri terhadap hal-hal berbau horor, padahal niat awalnya mengatakan hal itu karena ingin menakuti Reza meski apa yang dikatak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN