Reymon dan ibunya kini telah pergi dari rumah Nirmala. Sementara Nirmala saat ini hanya senyam-senyum sendiri melihat kepergian calon mertua dan calon suaminya, bahkan ia mengantar kepergian mereka sampai teras depan. Senyum kebahagiaan tak pernah luput dari bibir mungil Nirmala, hal tersebut berbanding terbalik dengan ekspresi ayah Nirmala yang masih saja suram usai kepergian keduanya. Saat istrinya duduk mensejajari ayah Nirmala, lelaki paruh baya itu tampak enggan dengan menepis tangan wanita iitu. Nirmala yang melihatnya hanya bersikap tak acuh dan kembali bersenandung naik ke lantai atas menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, Nirmala segera merebahkan dirinya dan kembali guling-guling sambil menutupi wajahnya yang memerah padam. Ucapan dr.Rey yang sangat serius saat memintanya tadi

