49 Sore itu, Nora berpamitan pada rekan-rekan satu timnya di BSB. Sebetulnya Nora betah kerja di tempat itu, karena hampir semuanya ramah dan baik padanya. Akan tetapi, karena kehidupannya kian kacau di belakangan hari, Nora memutuskan untuk pergi menjauh dan membangun kehidupan yang lebih baik. Nora menyambar baugette bag hitamnya dari meja. Dia hendak beranjak ke lorong, ketika beberapa orang muncul dari pintu lift yang terbuka. Nora terkesiap sedetik, sebelum cepat-cepat memutar badan dan berpura-pura mengecek laci meja kerjanya. Panggilan dari Ferindra membuat Nora menggerutu dalam hati. Namun, dia terpaksa berbalik untuk memandangi pria itu. Ferindra menunjuk ruang kerja sang direktur. Meskipun bingung, tetapi akhirnya Nora mengikuti langkah ketiga pria itu memasuki ruangan te

