50 Nidhana berusaha keras menahan diri untuk tidak mengumpat, sesaat setelah Rania menerangkan kejadian sore tadi. Hal yang sama juga dirasakan Biantara. Dia tidak terima adiknya dikuntit. Terutama karena masih belum diketahui siapa yang melakukan itu. Rania menghabiskan minumannya, lalu meletakkan gelas ke meja. Gadis berhidung bangir itu tidak berani mengungkapkan hal tersebut pada Chandrakanta dan Nimas Ajeng. Sebab itu, Rania memutuskan untuk menginap di rumah Biantara. Arista dan Huda saling beradu pandang. Mereka sama-sama bingung dengan situasi tidak menyenangkan seperti itu, yang pastinya akan menjadikan Rania gelisah. "Fik, apa ada ajudan yang available?" tanya Biantara sembari memandangi manajer umum PBK, yang berada di kursi sisi kanan. Fikri tidak langsung menyahut.

