Bab 46

1122 Kata

46 Rifda melambaikan tangan untuk melepas kepergian Biantara, Arista, dan kedua ajudan. Setelah mobil MPV hitam itu menghilang di belokan, Rifda beranjak menuju kamar tamu, yang ditempati Biantara dan Arista kemarin malam. Rifda menatap bungkusan kado di meja rias. Dia mengerutkan dahi, sebelum mendekati meja dan membaca tulisan di kertas, yang ditempelkan di bungkus kado. Sudut bibir Rifda mengukir senyuman. Dia kian menyayangi Arista, yang sangat baik dan dermawan. Rifda berdoa setulus hati agar persahabatannya dengan Arista bisa berlangsung sampai kapan pun. Rifda mengangkat kotak kado dan memindahkannya ke kasur. Dia duduk dan membuka pita merah yang menghiasi kado. Mulut Rifda terbuka dan matanya melebar, sesaat setelah melihat isi kado. Dia mengambil kotak perhiasan dan memb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN