19 Arists menyalami semua rekan suaminya, yang baru turun dari 3 speedboat. Senyuman menghiasi paras ayu Arista, seusai mengambil tas belanja dari ajudan Alvaro, yang berisikan aneka kue pesanannya. Arista tertegun ketika keenam ajudan muda bergotong royong mengangkut kursi lipat dan beberapa cooling box. Arista dipersilakan duduk oleh Alvaro di kursi tengah, sebelum para lelaki itu duduk di sekitar perempuan berkaus biru muda. Pembicaraan mengenai hal proyek yang sudah separuh jalan, sama sekali tidak dipahami Arsita. Dia hanya duduk sambil menikmati aneka kue, yang turut dibaginya bersama yang lain. Arista menoleh ke kanan ketika Zulfi duduk sembari mengusap dahinya dengan handuk putih. Tanpa sadar Arista terus memandangi pria yang kian tampan, seiring bertambahnya usia. "Kamu man

