Andrea terkejut, saat terbangun melihat Bobby dan kakaknya tertidur di dekat kulkas. Keduanya tidak dalam kondisi sadar, Andrea tahu melalui aroma minuman yang tercium di hidungnya. Wajah kakaknya tampak babak belur, dia curiga kalau keduanya habis berkelahi. Tapi melihat pada wajah Bobby, tidak ada luka di wajahnya. Dengan siapa kakaknya berkelahi? "Kalian memalukan!" Andrea mengabaikan keduanya. Dia berniat mengambil minum di kulkas, tapi tanpa sengaja malah menyenggol kaki Bobby. Laki-laki itu terbangun dan melihat ke arahnya. "Kau marah, kenapa menendang kakiku?" Bobby pikir Andrea sengaja melakukannya. "Maaf, sejak kapan kau ada di sini?" Bobby mengusap wajahnya, dia hanya terus diam memperhatikan istrinya. Semakin dia memperhatikannya, semakin membuatnya ingin memeluknya.

