Adryan Marah

1539 Kata

   Setelah kepergian Nanda suasana menjadi sunyi. Hanya ada kebisuan yang menyelimuti ruang hampa di setiap sudutnya.    “Rani nggak pulang, Dek? Besok ‘kan sekolah?” tanya Bintang memecah keheningan.     Gadis manis yang tengah fokus menatap ponselnya, langsung menyimpan ponselnya asal. Ia berpaling dari aktivitasnya, lalu beralih menatap Bintang. “Besok libur, Kak. Rani mau temenin Kak Bintang aja di sini.”    Bintang tersenyum haru. Dirinya sangat beruntung memiliki orang-orang yang begitu menyayanginya. Hal kecil seperti ini, bisa membuat Bintang merasa baper. Matanya pun tampak berkaca-kaca. “Ya sudah, terserah Rani saja.”    Adryan hanya memperhatikan percakapan dua perempuan yang sangat disayangnya.    Masih di tempat yang sama. Tempat khusus yang dibangun untuk orang-orang ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN