“Siapa Allan?” tanya Adryan untuk yang kedua kalinya. Tatapannya masih tegas, berpusat pada kedua gadis di hadapannya. Bintang dan Nanda masih setia bungkam. Keduanya enggan untuk membuka mulutnya. “Bintang?” panggil Adryan lirih. Namun, dengan ketegasan yang tak luntur. Mata elangnya terus memperhatikan dua gadis yang tampak sedikit gugup. Bintang yang tak ingin mendapat masalah, langsung menjawab saat matanya dan mata Adryan saling beradu. “Incarannya Nanda.” Bintang tidak ingin Adryan mencurigai dirinya. Terkadang, Bintang jadi bingung sendiri. Bintang dan Adryan belum ada status apa pun. Tapi, sikap Adryan seolah menunjukkan jika Bintang adalah miliknya. Jadi serba salah. Ia seperti terjebak dalam hubungan yang, entahlah. Bintang sendiri juga tidak paham. Saat B

