Sesuai dengan janjinya, Adryan memberi izin pada Bintang untuk pindah ke ruang inap biasa. Bintang terlihat begitu sumringah, meski dirinya belum diperbolehkan pulang, tapi ia bisa pindah dari ruang ICU yang terasa mematikan bagi Bintang. “Ngapain senyam-senyum, Bin?” tanya Reno keheranan. Takut jika adik iparnya ini ketempelan makhluk penunggu di ruangan ini. “Gak papa. Seneng aja, akhirnya bisa pindah juga. Di sana serem tau. Pasti banyak orang yang meninggal setelah masuk ICU.” “Hust! Ngomongnya gak boleh gitu, ah!” tegur Feby. “Iya, maaf,” ujar Bintang merasa bersalah Sudah, cukup ini yang pertama dan terakhir kalinya untuk Bintang masuk ruang ICU. Dirinya tidak ingin menjajakkan kakinya di sana lagi. “Kalian gak ada yang pulang? Rensia di rumah sama sia

