Saat sore hari, hujan terus turun dengan deras membasahi Barcelona, tepat saat Efron baru saja pulang dari kantor. Efron pergi ke kantor seorang diri, tanpa adanya Neo. Neo meminta izin untuk libur, karena kepalanya merasa pusing. Efron pun meng-iyakan permintaan Neo. Saat Efron akan masuk ke dalam mansion, seseorang memeluknya dengan tangis sesenggukan, terlebih dengan keadaan pakaian yang sudah basah kuyp. “Yumna?” Efron mengernyit heran, ia merasa iba. Yumna terlihat sangat menyedihkan, terlebih dia masih memakai pakaian yang semalam. “Efron…” Yumna memeluk kembali tubuh Efron dari depan. Efron tak membalas pelukannya. Efron terdiam, hanya membiarkan Yumna memeluknya hingga ia tenang. “Ada apa, Yumna?” “Efron, bolehkah aku menginap di sini?” “Tidak, sebaiknya kau pulang saja.”

