bc

My Annoying Girlfriend

book_age18+
968
IKUTI
5.3K
BACA
drama
tragedy
comedy
like
intro-logo
Uraian

Richard melarang keras hubungan yang terjalin antara putranya, dengan putri Eros. Eros adalah laki-laki yang telah membuat adik tercintanya tewas.

Namun, cinta Efron dan Elena terjalin begitu kuat, hingga mereka mampu menentang keras keinginan keluarga untuk berpisah.

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab1
Elena Revera Dilmont, kini tengah berlarian kesana kemari di taman belakang, di rumahnya. Gadis berusia 19th, gadis bawel yang selalu saja dilarang melakukan segalanya oleh kedua orangtuanya. Pasalnya, semua itu dilakukan karena dia adalah anak kesayangan. Anak tunggal dari pasangan Elina Revera dan Eros Ashley Dilmont. "Menyenangkan sekali, seperti ini. Aku bisa puas berlarian, bermain air hujan dan aku bisa tidur nyenyak." Ucap Elena dengan tawa cerianya. Seketika raut wajahnya berubah. Menjadi, cemberut.. "Aku bosan sebenarnya bosan, sangat bosan. Mama sama papa tidak memberiku izin untuk keluar rumah sembarangan." Lalu Elena menautkan kedua alisnya, seperti memikirkan sesuatu. Tak berapa lama kemudian, dia menyeringai.. "Elena, masuk sayang. Nanti kamu masuk angin,.." "Oke, mama.." Elena pun tersenyum manis dengan Elina. Elina memicingkan matanya. "Mama, kenapa menatap Elena begitu?" "Tidak ada, hanya saja kau sangat aneh. Biasanya kau akan menolak untuk berhenti bermain air hujan." "Jadi Elena salah? Elena harus terus bermain hujan ya, mi?" tanya Elena polos. "Ck, tidak. Ayo sayang, kamu harus segera mandi dan ganti bajumu. Mama, tidak mau kamu sakit." "Iya, iya, mama. Jangan bawel.." cibir Elena mengatai mamanya. Elina hanya menggeleng kepala menatap putri semata wayangnya. "Sayangnya, mama.. Mama tidak rela kamu keluar dari rumah ini. Diluar sana banyak sekali musuh papimu, sayang." Lalu Elina melenggang pergi menyusul putrinya di kamar. "Elena, kau sudah mengganti bajumu?" "Sudah, mami." Jawab Elena dengan mengeringkan rambutnya. "Sini, mama bantu.." ujar Elina dengan lembut pada putrinya. Elena hanya menganggukkan kepalanya. Menerima perlakuan sayang dari maminya. "Elena, kau harus dengar mama, kau tidak boleh pergi kemanapun. Kalau tidak, papi akan sangat murah padamu." Elena memutar bola matanya malas. "Elena tidak tahu apa alasan kalian yang selalu melarang Elena untuk keluar dari rumah ini." Elina terdiam mendengar cibiran putrinya. "Elena, kau turuti saja ucapan mami. Jangan membantah, mami dan papi seperti ini, karena kami sayang padamu." Elena hanya terdiam, bergulat dengan pikirannya sendiri. 'Jika kalian menyayangi ku, pasti kalian takkan menekan hidupku.' batin Elena. Seketika wajahnya cemberut. "Apa kau ingin makan?" "Mama akan menyuapi Elena?" "Tentu saja. Ayo, baby.. kau harus makan." Jawab Elina lembut. Iya, begitulah cara Elina memanjakan putrinya. Dia tak bermain-main dengan rasa sayangnya pada Elena putri semata wayangnya. Elina dan Eros tak pernah mengatakan alasan apa yang membuat Elena tak boleh keluar rumah tanpa keamanan atau pengawasan dari mereka. Mereka terlalu mengkhawatirkan keselamatan dirinya. "Pwapa mwana, mwa?" tanya Elena dengan mulut yang menggembung penuh dengan nasi. Elina terkekeh dengan kelakuan putrinya. "Papa, di ruang kerjanya, sayang. Ada apa?" "Ele, hanya merindukan papa. Dia sangat menyebalkan, hanya sibuk dengan pekerjaannya." Elina hanya tersenyum mendengar cibiran putrinya. "Kau boleh menemuinya disana. Tapi, ingat! Jangan ganggu papi, oke?" Elena mengangguk semangat. *** Di dalam ruang kerjanya, Eros mengetuk-ngetukkan jarinya di meja. Teringat akan keselamatan putrinya. "Aku benar-benar harus menjaganya dengan ekstra. Aku tak ingin dia menjadi mangsa dari kejahatan mereka." Eros menggertakkan giginya. Mengepalkan tangannya kuat. "b******k! Itu adalah kesalahan mereka. Kenapa mereka masih saja mengancam ku!!" 'ceklek' Suara pintu terbuka, Eros pun menaikkan pandangannya. Wajah yang tadinya menahan amarah, seketika berubah menjadi senyum lebar. "Papa…" panggil manja Elena pada papinya. "Hai, sayang… ada apa hm?" Elena segera menghampiri papinya, duduk di pangkuannya. "Papa sangat sibuk. Elena ingin makan di suap papa dan juga, kita akan piknik keluarga." "Maaf, sayang. Papa sangat sibuk akhir-akhir ini." Jawab Eros seraya mengusap lembut punggung putrinya. "Apa itu sangat penting, sampai kau melupakan putri cantikmu ini?" Tanya Elena dengan memicingkan matanya. Eros terkekeh mendengar pertanyaan putrinya. "Iya, ini penting. Tapi, kau jauh lebih penting, sayang." "Papa, kau pembohong ulung." Cibir Elena dengan memajukan bibirnya. Eros terkekeh mendengar ucapan putrinya. "Kenapa seperti itu?" "Jelas-jelas papi lebih sayang mama, lalu pekerjaan. Elena hanya nomor tiga di antara itu." Eros tersenyum. "Jadi, kamu cemburu, sayang?" Elena memutar bola matanya malas. "Papa, papa tidak boleh terlalu lelah. Jangan sampai sakit, pa." "Iya, sayang.. papa tau." "Ya sudah, Elena mau keluar sebentar, pa.." "Ke?" Tanya Eros dengan menatap curiga pada Elena. "Hanya di taman belakang rumah, ada apa, pa?" "Jangan coba untuk membohongi, papi. Elena.." Elena hanya menggelengkan kepalanya. "Ya sudah, papa akan melanjutkan pekerjaan dulu. Kau bermainlah," Elena hanya mengangguk kecil, lalu mengecup pipi Eros sebelum melenggang pergi dari sana. Sekarang Elena berada di taman belakang, dia pun menolehkan kepalanya kesana kemari, menatap sekeliling. Berharap anak buah sang papi mengabaikannya. Dan saat anak buah papinya lengah, Elena pun pergi berlari kecil, mengendap-ngendap keluar dari pintu rahasianya. Dan… "Hap!!!" Elena berhasil keluar dari rumah, dia pun berlari cepat dari sana. Merasa sangat bahagia, dia menatap keindahan kota dan jalan raya. Dia menghirup udara luar. "Maaf, mama, papa.. Elena pergi sebentar, sebentar saja. Ingin tahu, bagaimana kehidupan luar." Lalu Elena berlari menjauh, dengan bersenandung ria. Dia tampak sangat bahagia, dia benar-benar tak peduli dengan keadaan sekitar yang sedang memperhatikannya. Sesampainya di tempat keramaian, Elena menatap gedung tinggi bercat berwarna coklat terang. Memerjapkan matanya berkali-kali, lalu melangkahkan kakinya masuk. Ia tertegun melihat isi di dalam gedung itu. Iya, gedung perpustakaan. Elena sekarang berada di dalam perpustakaan kota. Ia berkeliling, melihat buku-buku. Lalu dia pun keluar, kembali berlari kecil dengan bersenandung. Dia pun terhenti, mengingat sesuatu. "E-lena, tidak tau jalan pulang.." wajah Elena bingung seketika. Namun dia kembali bersenandung ria, mencoba untuk bersikap biasa saja dan menikmati harinya saat ini. "Wah… gula-gula." Mata Elena tampak berbinar melihat penjual gulali di hadapannya. "Uncle…" panggil Elena pada penjual gulali. "Elena mau satu uncle, gula-gulanya. Mau yang jumbo, harus warna warni, warna merah, kuning, hijau, biru sama ungu.. Inget ya uncle, warnanya jangan keliru." Pinta Elena dengan mata berbinar. "Baik, nona.." Tak berapa lama kemudian, gula-gula pesanan Elena sudah berada di tangannya. Mata Elena benar-benar sangat indah, semakin indah dengan keadaannya yang sedang bahagia. "Tunggu…" Elena menatap sekeliling, "dimana Elena harus duduk?" Lalu Elena memicingkan matanya, melihat bangku yang hanya berpenghuni satu orang. Elena segera berlarian kesana dengan girang. "Permisi, uncle… Elena ikut duduk ya?" Orang itu hanya diam dan berhoodie. Tak memperdulikan Elena yang berada disampingnya. "Ya Tuhan, ini benar-benar sangat manis. Seperti Elena.." tak berapa lama kemudian, tiga orang menggunakan seragam hitam. Orang yang duduk disebelah Elena hanya melirik sebentar. "Nona, tuan dan nyonya besar mencari anda. Karena anda kabur dari rumah.." ucap salah satu di antara orang yang berseragam hitam. Elena cemberut, namun mulutnya asik memakan gula-gula di tangannya. "Maaf nona.. Jika saya lancang." Ucap salah satunya lagi, dan tidak di tanggapi Elena lagi. Lalu Elena terpekik saat tubuh kekar anak buah papinya menggendong Elena ala bridal style. "Turunin Elena, uncle Don..!!!" "Tidak, nona. Anda harus pulang, di luar sangat berbahaya untuk anda." Pada akhirnya Elena hanya terdiam pasrah di gendongan uncle Don. Kepercayaan papanya untuk Elena. Bersambung...

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sekretarisku Canduku

read
6.6M
bc

Saklawase (Selamanya)

read
69.7K
bc

ISTRI SATU JUTA DOLAR

read
438.0K
bc

Hubungan Terlarang

read
513.1K
bc

Jasmine

read
211.5K
bc

SEXRETARY

read
2.3M
bc

Turun Ranjang

read
585.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook