Bab 41

1677 Kata

Hingga sore pun tiba, setelah mmastikan tak ada satu pun orang yang mengikutinya, Efron pun pergi menggunakan kereta. Ia meninggalkan mobilnya di penitipan stasiun. Efron pun telah sampai ke tempat tujuan setelah di antarkan angkutan umum. Terasa asing memang, bahkan ia merasa risih saat para gadis desa menatapnya dengan senyum malu-malu. Efron tetap tak menggubris mereka, hingga melihat seorang wanita yang ia khawatirkan sedang berada di dekat kandang kuda. “Mom…” panggil Efon dan membuat wanita paruh baya pun menoleh. Efron pun mendekati perempuan itu, lalu memeluknya. “Putraku,” “Maafkan aku, mom…” lirih Efron dengan memeluk wanita kesayangannya. “Tidak, ini bukan salahmu, nak.” “Aku sangat meridukanmu,” “Begitupun dengan mom yang sangat merindukanmu,” “Kenapa kau bisa sampai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN