Elena, masih dengan napas terengah, ia telah selesai bercinta dengan Efron --- suaminya. Elena pikir, yang kedua, tiga kali hingga seterusnya masih akan terus terasa sakit. Namun, ia justru semakin ketagihan. Ia sering meminta duluan di banding dengan Efron. Efron terkekeh setiap kali mendengar racauan Elena yang meminta terus menerus jangan berhenti menggerakkan pinggulnya. Sesekali, ia menggoda Elena dengan memperlambat gerakannya, dan hal itu membuat Elena berdecak kesal. “Sayang, apa kau sudah puas?” tanya Efron pada Elena. Elena pun menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Efron, ia merasa malu jika mengingat betapa liarnya dirinya. “Sayang, jangan tanya tentang itu. Aku malu,” lirih Elena yang membuat Efron terkekeh. “Aku sangat merindukanmu, sayang.” “Aku pun sangat merindukan

