Bab 44

2119 Kata

Dua hari berlalu, sejak saat sang papa memberi tahu, jika pernikahannya dengan Christian akan di percepat, Elena terlihat semakin murung, dan ia mengurung diri di kamar. Baru saja ia merasa sudah sedikit lega, kini segala keinginan sang papa membuat pikiran dan hatinya semakin tertekan. Elena mengacak rambutnya frustasi, ia sangat takut, jika Efron tak datang untukmenjemputnya. “Aku tidak menyagka, jika papa akan sekejam ini padaku. Dia bukanlah, papaku yang dulu. Dia sudah tak lagi menyayangiku, papa kejam, dan juga jahat.” Lalu, pintu kamrnya terbuka, Christian masuk ke sana. Elena menatap sinis pada Christian. “Jangan menatapku seperti itu, Elena…” “Beraninya kau masuk ke dalam kamarku, tanpa mengetuk pintu lebih dulu,” “Hei, aku calon suamimu, dan aku diberikan kunci cadangan o

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN