BAB 5

875 Kata
setelah sahabatnya dan kekasihnya pulang silvi pun naik ke atas menuju kamar dan melakukan rutinitas perawatannya. selesai melakukan rutinitas silvi pun naik ke tempat tidur dan tiba tiba silvi keingat cowok yang ada di kantin tadi “siapa cowok tadi kok aku baru liat” sambil mengingat ngingat “bodoh lah cowok ngeselin nyebelin gara gara dia pinggang aku sakit” maki silvi sendirian di kamar. “buka mulutmu jalang dan habiskan a******i ini dan sedot” suruh randi kepada dian, dan dian pun menuruti kata randi membuka mulut dan menyedot sampai tak tersisa. “ah ah akhirnya nyamapi juga” kata randi “manis”dian berucap sangat lirih walaupun pertama kali tapi tubuhnya di sengat seperti terkena aliran listrik. “sekarang buka pakainmu” kata randi “baik tuan” sahut dian yang menuruti kata randi yang sudah membuka pakaiannya satu satu di saat mau membka roknya randi menahannya . “yang itu jangan sekarang giliran aku yang puasin kamu dian” randi pun mendekat dan melumat dengan rakus dan penuh hasrat bibir dian, dian sampai kewalahan mengimbangi randi yang begitu buas, randi pun menyadari bahwa dian harus memerlukan stok oksigen. randi pun melepaskan ciumannya dengan menelusuri leher jenjangnya yang mulus dan meninggal kan kecupan warna merah kebiruan ke leher dian  “ah ah ah” dian pun tak sanggup untuk tidak mendesah. randi pun meremas payudaranya dengan seksual dan menyedot p******a dian sampai dian meringis dan menggigit bibirnya menikmatinya “ ah ah ah tuan” desahan dian yang ada di telinga randi, randipun bersemangat menyumbu bagian payudaranya, sudah puas di p******a randi turun ke perut dan tangannya menurunkan roknya yang masih terbungkus apik. “ah ah tuan aa-aku audah gak kuat” kata dian yang mendesah karena sudah resah akan kelakuan randi yang menjilati bagian v****a dian dengan seksual. “dian milikmu masih asli aku suka” kata randi yang masih menjilati milik dian. dian pun terus mendesah dan menjambak lembut rambut randi. tubuh dianpun ngejang seketika karena organisme yang pertama. “ gima rasanya dian” kata randi kepada dian yang masih lemas karena organism “nikmat tu-an”kata dian yang sudah pasrah dengan nafas yang masih ngos-ngosan “sekarang kita ke inti kamu harus siap oke dian” kata randi yang sudah mengarahkan kejantanannya kepada lubang milik dian baru masuk setengah dian udah menjerit  “au tuan sakit” lirih dian yang merasakan kesakitan yang luar biasa di bagian v****a nya “dasar wanita lemah baru juga separo belum masuk full” kata randi yan mengejek dian namun dian tak perduli dia meremas seprei buat numpahin rasa sakitnya. randi pun menghentakkan sedikit kasar sampai gordonnya masuk penuh ke milik dian. dianpun menggigit bibirnya supaya tidak menjerit darah keperawannya menetes randi pun diam sebentar. “gimana mau lanjut atau berhenti kalau berhenti tidak ku bayar”kata randi walaupun kjam dimata randi itu masih sangat sopan. “lanjut aja tuan” sambil menggigit bibirnya. “baik aku akan lanjutkan tapi kita nanti harus pakek 4 gaya sanggup”sahut randi  “baik tuan silahkan dilanjut” dianpun pasrah dengan randi yang mulai menggenjot miliknya yang masih pelan lama lama makin cepat. cepak cepak cepak seperti itu lah sura yang di adukan randi “ ah ah ah tuan” kata dian “kenapa ah ah apa kurang cepat” sahut randi dian pun hanya diam sambil merem menikmati randi lakukan. “ah ah ah tuan aku mau pipis” kata dian “pipis lah kita barengan “ crot crot crot randi mengarahkan air maninya ke perutnya. “sekarang giliran kamu di atasku” kata randi “baik tuan” dian pun menuruti semua apa yang di kata randi sampai sudah 4 kali mengganti gaya randi pun seperti tidak tau lelah namun dian akhirnya ambruk yang sudah organism ke 6 kalinya. dian pun tidur randi menyunggingkan senyumnya “kau gadis yang sangat kuat kamu bisa menyumbumu selama 5 jam” randi pun masuk kamar mandi untuk membersihkan badannya. tak lain dengan teman randi yang masih asik nonton tv nungguin randi keluar biasanya randi kalau sudah berhubungan badan langsung ceria, biasanya randi berhubungan badan disaat kepalanya sakit saja. sambil nunggu randi yoga pun menyeduh kopi di dapur, kamar randi anti suara atau kebab suara jadi suara yang ada di kamar tidak di dengar oleh yoga. setelah selesai mandi randi mengeluarkan cek yang senilai 1M buat bayaran dian, randi tahu dian orang susah dan membutuhkan uang itu dianpun mengerjap matanya dan melihat randi yang duduk di sopa sambil memegang hpnya. “maaf tuan aku ketiduran”kata dian “its oke sekarang mandi dan pergi dari kamar ini” sahut randi dengan muka yang datar “baik tuan” dengan menahan rasa sakit di pangkalan s**********n dian berjalan memunguti bajunya menuju kamar mandi. setelah mandi dian menerima cek 1M itu dan mata dian melotot sempurna jumlah nominal yang tertera. “segitu cukup” kata randi “cu-cukup tuan, dan terimakasih tuan saya permisi” pamit dian dengan wajah gembira dan senang. ini yang terakhir kali lakuinnya dengan uang ini dia bisa membuka usaha kecil-kecilan bersama ibunya. setelah keluar dian pun berpapasan dengan yoga yang lagi keluar dari dapur “umm permisi tuan saya pamit” pamit dian pada yoga, yoga hanya mengangguk kan kepalanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN