Di kantin randi dan yoga menikmati semangkok bakso dan es teh manis (kayak yang nulis hehehe lanjut) yoga pun menimpali kejadian tadi kepada randi “gile tu cewek cantik bener buset” kata yoga sambil memasukkan pentol ke mulut, “biasa aja” kata randi cuek sambil mensruput tehnya “eh gila katarak tu mata” sahut yoga lagi “ga semua cewek sama kayak nyokap gue” kata randi. “ya udah deh terserah loe nanti jadi ke club”yoga pun akhirnya mengalah dan mengganti topic karena cewek baginya sampah, ya randi juga sering berhubungan badan jika pernyakit depresinya karena kecewa dengan hidupnya pasti dia ke club kalau gak ya berhubungan badan “gak lah nanti pesen aja minumnya kita minum di apatermen gue dan satu lagi pesenin gue cewek cantik yang masih perawan gue pengen yang perawan” kata randi yang masih muka datarnya. “oke nnt gue pesenin tapi gue gak mau ikut kayak loe ya” kata yoga pada randi. “kalau loe mau bisa kok bekas gue nanti” sambil menuruni tangga karena randi dan yoga makan di bigroom kantin atau tempat khusus randi dan yoga buat makan karena tempat itu sudah disewa sama randi selama tiga tahu. “ogah udah tidak bersetamina lagi gue belum mau lepasin perjaka gue” kata yoga yang mengikuti randi. mereka pun menuju kelas karena bel istirahat telah berakhir.
sore pun tiba the geng silvi pun keluar dari gerbang sekolah menuju mall yang akan di telaktir oleh silvi dengan kartu kridit silvi yang tak pernah habis “sil loe mau beli apa” kata aulia sambil noleh ke silvi “gue gak mau beli loe aja mau beli apa gue tunggu di situ ya habis itu nanti kita nonton ya “ sahut silvi “ya elah sil punya banyak duit males belanja kalau bukan sahabat gue gak ada lagi” rara pun berbicara dari arah toilet….
“oke deh kalau gitu gue ikut belanja” kata silvi yang mengikuti teman teman nya belanja
berbeda dengan randi tiba-tiba kepalanya sangat sakit karena pernyakit depresinya yang menyerang. “ga tolong langsung ya beliin gue minuman anter ke apatermen gue” kata randi berlalu meninggalkan yoga di parkiran apatermen “iya loe harusnya minum obat jangan gini ran” kata yoga menasehati randi “bacot loe buru beli” dengan tatapan tajam randi jika kumat pernyakitnya gak bisa terkontrol emosinya. “oke aku beli kamu tunggu di apatermen jangan lakuin apa apa oke” sahut yoga “hmmm” jawaban singkat randi. sebenarnya randi depresi udah lama mengetahui papa dan mamanya berpisah namun dengan dia tinggal ke apatermennya dia gak ad yang tau pernyakitnya hanya yoga yang tau semuanya tentang randi.
sesampai di apatermen randi langsung menghempaskan badannya ke sopa sambil memijit pelipis karena pusing tak kunjung reda. sekitar 30 menit yoga pun datang dengan membawa 5 botol bir dan 5 anggur merah, 5 vodka dan kacang kulit 4 pak menuju apatermen randi dan membuka dg sandi yang sudah di ketahui. randi pun segera bangun dan mengambil minuman yang di bawa oleh yoga “pelan-pelan ran ini masih banyak” yoga pun menasehati smbil geleng geleng kepala disaat miris dengan kehidupan randi. “terimakasih ga loe sahabat terbaik gue” sambel meminum-minum vodka “iya tapi loe harus berobat ya gak gini nyelesaikan masalah ran” sahut yoga “jangan khawatirin gue, gue sehat” kata randi sambil menegak minumannya. randipun berkata kembali “pesenin tu cewek malam ini suruh datang ke apatermen gue. “ok ran tapi ingat harus pakek pengaman ngerti” kata yoga “iya gue juga gak mau ada yang mau ngandung anak gue kecuali orang yang gue cinta”
sahut randi yoga pun akhirnya nelfon agen wanita agar segera dikirim. sebenarnya yoga lelah dengan kelakuan buruk sahabatnya yoga hanya bisa memohon supaya suatu saat nanti supaya dipertemukan dengan cewek yang mencintai randi apa adanya, ya randi belum pernah jatuh cinta namun dia memang keluar masuk lubang namun satu pun gak ada yang memikat hatinya.