25

1179 Kata

Seusai makan malam, Mia membantu Ratna mencuci piring. Samar-samar, Mia mendengar Ratna menyenandungkan Lingsir Wengi. Sontak, bulu kuduk Mia meremang. “Ma,” katanya, halus. “Tolong jangan lagu yang itu dong. Kan ini dah malam, nggak ada sinar matahari. Jadi….” “Kamu pikir nyanyian Mama ngundang setan, gitu?” tanya Ratna, sewot. “Bocah, coba dengerin liriknya. Lingsir wengi … sepi durung….” “Ma!” teriak Rio dari ruang keluarga. “Please, jangan lagu itu. Ganti Ma. Linkin Park, Rixhton, Selena Gomez juga boleh. Pokoknya jangan yang itu. Kasihani Rio, Ma.” Mia nyengir, “Ma, kasihani adikku yang manisnya kaya gulali item itu.” “Sembarangan!” protes Rio, tidak terima. “Aku ini seksi gak ketolongan. Kak Mia iri.” “Rio, aku pengin muntah. Coba kamu ke sini, tolongin.” “Maaf,” tolak Rio. “Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN