24

967 Kata

Ini adalah momen teraneh yang pernah dialami Mia. Di taman yang kini dialih fungsikan sebagai area pemotretan, Mia berjuang menahan emosi agar setidaknya ia tak melakukan hal-hal sebagai berikut; memukul Danang menggunakan bakiak, menendang Danang, menggampar Danang, menyiram Danang, menyiksa Danang, dan oh, apa lagi yang harus Mia lakukan agar fotografer yang satu itu menyadari sebuah fakta sederhana: Mia bukan asisten fotografer. Jelas, sangat jelas. Seharusnya pria itu bisa memahami kenyataannya, dan bukan seenak jidat meminta Mia melakukan hal kecil semacam, meminta minum (astaga, bahkan di samping Danang tersedia air mineral berlabel internasional, tetapi masih saja Danang menyuruh Mia mencarikan air kelapa muda. Haruskah Mia bersorak bahagia?), mengambilkan benda-benda asing yang ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN