Pilihan yang berat

1140 Kata

Ruangan divisi investigasi sore itu terasa dingin, meski pendingin ruangan tak terlalu kuat. Tidak ada suara selain detak jam dinding yang berdetak pelan dan gesekan pena di atas kertas laporan yang belum rampung. Pak Rio berdiri di depan jendela besar yang menghadap ke halaman kantor. Pandangannya kosong, terpaku pada pemandangan jalanan yang penuh akan genangan air bekas hujan. Beberapa saat lamanya, hanya suara helaan napas panjang yang terdengar darinya sebelum akhirnya ia berbalik. Tatapan matanya kini terarah pada Nana yang duduk di meja kerjanya dengan wajah serius, menatap dokumen tentang laporan pelecehan di panti asuhan Star. Keheningan terpecah saat Xhavier memasuki ruangan setelah mengikuti Pak Leon dan Tuan Jhon. Di dalam ruangan Xhavier melihat Nana masih duduk di kursinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN