BAB 9

704 Kata
" Ting tong..ting tong." Bel rumah berbunyi " Eh nak Nick. Ayo silahkan masuk. Om sudah menunggu."kata mama abel memersilahkan masuk nick " Ya tante makasih. Ini saya bawa sedikit buat tante."ucap nick " Wah apa ini ? Kamu kok repot - repot. Kami sering kesini aja tante sudah sangat senang.eh...maksud tante menjalin hubungan baik dengan om. " " Hehhe iya tante. " " Pa ini nak Nick audah datang. " kata mama Abel " Hey. Pengusaha muda. Welcome...ayo sini masuk " sambut papa Abel di ruang kerja papa Abel " Tante tinggal dulu. " Kata mama Abel. Dan Nick mengangguk sopan Sementara itu Abel berada di dalam kamar Aliendra, sedang bermain bersama. " Bel,... Mama minta tolong sayang. " " Ya ma bentar. " Abel bangun dari ranjang sambil menggendong Aliendra yang gembul. " Ada apa ma ? " " Tolong anterin ini keruang kerja papa." Pinta mama abel menyodorkan minuman " O tamunya papa udah datang ? " " Suah, barusan. Ya udah cepetan anterin sana. " Abel langsung mengambil nampan diatas meja dan membawanya ke ruang kerja papanya. Abel mengetuk pintu dulu sebelum masuk. Abel masuk dan meletakkan minumannya di meja. " Silahkan " kata Abel sambil menyodorkan gelas ke arah tamu. " Terima kasih" jawab Nick " Nah ini anak om. Kenalkan " kata papa Abel mengenalkan abel ke Nick. Saat abel berdiri dan mendongakan wajahnya, seketika itu juga wajah Abel kaget dengan pria dihadapannya. Pria itu yang sudah membuntuti Abel dan di bencinya. Abel diam terkejut. " Sayang, kok diam aja. Kenalin ini partner papa namanya nick." Kata papa abel menyadarkan lamunan abel " E..eh i..iya pa. Abel " Abel berjabat tangan dengan Nick " Saya Nick " kata Nick dengan senyum kemenangan " Kalau begitu Abel keluar dulu ya pa. Aliendra belum minum s**u. " kata Abel " Ya udah. " Abel keluar dari ruang kerja papanya dengan perasaan campur aduk. Abel meletakkan nampan di dapur. Dan menghampiri Aliendra bersama mamanya. " Eh udah ya. Gimna ? ganteng kan Bel ? " Tanya mama Abel antusias " Ehm...biasa aja ma " " Haduh kamu itu. Bel dengerkan mama ya. Kamu harus belajar membuka hati buat laki - laki sayang. " " Ma Abel enggak mau bahas ini. Abel mau menyusui Aliendra dulu ya ma. " " Bel..tunggu... Abel. " Abel meninggalkan mamanya dan tidak merespon panggilan mamanya. Karena dia juga masih shock dengan kehadiran nick. Abel masuk kamar membawa aliendra dan menyusuinya. Abel masih berpikir mengenai Nick. Nick hadir sama seperti laki - laki yang meghamilinya. Membuat Abel trauma dengan sikap Nick yang selalu buntuti dan mengejarnya dikampus. Aliendra sudah tidur. Abel mengambil hp nya dan menelpon Ocha. " Halo Cha, kamu sudah tidur ? " " Belum si, ada apa Bel. ? " " Cha kamu tahu enggak? aku mengalami hal aneh dan hampir sama dengan masa laluku. aku takut Cha. " " Maksud kamu apa ? kamu ketemu laki - laki gila itu ? " " Bukan Cha. Beberapa hari ini ada laki - laki yang mengikuti dan mengawasi aku Cha. Bahkan kemarin pas kamu enggak masuk. aku pas enggak bawa mobil. Dia nyamperin aku menawarkan diri mau nganterin. Tapi aku enggak mau. Tapi dia itu diam - diam membuntuti aku dari belakang. terus ya hari ini aku kan mengajak jalan- jalan Aliendra, Aku ketemu dia lagi dikasir tau Cha. dan parahnya lagi ternyata itu partner bisnis papa aku Cha. " " Ha ? ? kami di buntuti cowok ? Dan itu partner bisnis papa kamu ? aku semakin enggak ngerti deh Bel. kamu jangan panik dulu sapa tahu itu suruhan papamu untuk mengawasi kamu Bel. " " Enggak mungkin Cha. Aku tahu papaku. " " Terus maksdunya apa itu cowok ? " " Aku juga enggak tahu Cha. Makane aki takut Cha." " sudah kamu tenang aja. Kita harus tahu dulu siapa tuh cowok. kamu enggak usah panik. " " Gimana cari tahunya Cha ? " " Kamu tanya aja langsung tuh cowok. " " Ha ? ? gila ya kamu. Enggak ah. kamu aja ? " " Gimana sih. Yang dibuntuti kamu masak yang tanya gue. ? " " Ah au ah Cha. Ya audah tidur aja deh. Bingung aku ." " Hem. "
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN