Siang ini Abel ada kuliah. Seperti biasa abel kekampus membawa mobil. Abel sampai diparkiran kampus. Abel turun dari mobil.
" Siang Bel ? " Sapa Nick yang sudah parkie terlebih dahulu di sebelah mobil abel. Seketika itu juga abel terkejut. Matanya melotot dadanya dag dig dug antara takut dan nerveous.
" ............. " Abel diam kemudian meninggalkan Nick. Dan berjalan cepat masuk gedung. Nick yang melihat reaksi Abel langsung berlari mengejar Abel.
" Bel ! !.tunggu ..….. ! " Teriak Nick. Namun kangkah abel semakin cepat bahkan berlari kecil. Abel panik ketakutan.
Abel terus melangkahkan kakinya tidak menghiraukan teriakan Nick yang memanggilnya.
" Brakkkkkkkkk. Auw….. " Abel menabrak mahasiswa lain sampai terjatuh.
" Aduh mbak kalau jalan lihat - lihat dong. " Kata mahasiswa itu marah
" Maaf mas saya buru buru. Karena udah telat. " Kata Abel dengan menahan kakinya yang sakit.
Waktu abel akan berdiri, abel merasakan sakit yang luar biasa dikaki sampai akan terjatuh lagi kalau tidak ditangkap nick dari belakang.
" Kamu enggak apa - apa ? " Tanya Nick perhatian dengan Abel
"Gak. Makasij. Udah lepasin gue." Ucap abel pada nick
" Tapi kaki kamu terkilir Bel. "
" Aku enggak apa - apa. Aku bisa jalan sendiri. Udah tinggalkan aku." Kata Abel sambil mencoba berjalan pelan tertatih namun akhirnya sempoyongan dan di tangkap Nick lagi.
" Tuh aku bilang juga apa. Kakimu terkilir. Kamu harus di pijit. "
" Aku ada kelas. Aku harus masuk kelas kalau enggak bisa dikasih nilai E. Dosennya killer banget. " Kata Abel sambil menahan sakit
" Memangnya apa kelasmu siang ini ? " tanya Nicholas
" Akuntan. " jawab Abel
" O.. siapa dosennya ? "
" Pak Michael. "
" Sebentar jangan kemana - mana. " Kata Nick sambil megambil handphone nya di sakunya. Dan menekan nomor dan menghubungi seseorang. Abel memandangi kakinya dan menahan sakit.
" Bro, kamu ada mahasiswi namanya Abelinda Aeera ? Hari ini ijin enggak masuk kakinya terkilir tadi nabrak orang di kampus. jangan kasih nilai E. Kamu tahu kan maksud aku ? "
Abel melotot kaget mendengar Nick menyebutkan namanya lengkap.
" Dari mana dia tahu nama lengkapku ? enggak mungkin papa atau mama yang kasih. " Batin Abel
" O ok. Semoga berhasil ya bro. " Kata Michael pada Nick di balik telpon. Nick adalah sahabat Michael. Itu mengapa Nick sering kekampus. Nick menutup telponya.
" Udah beres dia enggak akan kasih kamu nialai E. Sekarang kamu harus di pijit ? " Kata Nick dan meraih tangan Abel menuntunnya pelan.
" Minta tolong antarkan aku ke rumah saja. "
"Tapi kamu harus segera di pijit kalau enggak nnati bengkak Bel. "
" Aku enggak apa - apa. Antarkan aku kerumah aja. Nanti biar aku di pijit dirumah. "
" Sdah kamu enggak usah protesBbel. Kita harus di tukang pijit. Aku enggak akan ngapa nagapin kamu. Tenang aja." Kata Nick menyakinkan Abel. Dan Abel hanya diam.
Sampailah mereka didalam mobil. Abel di bawa ke tukang urut. Dalam perjalanan abel hanya diam menatap kedepan. Nick merasa canggung sesekali menoleh ke Abel.
" Ehem.. Bel, kamu kenapa menghindar dari aku ? Aku salah apa ? " Nick mengawali pembicaraan. Namun Abel tetap diam
" Bel, aku minta maaf kalau aku salah."
" Aku lagi enggak mau ngomong.dan kamu gak ada salah. Aku enggak kenal kamu. Bisa enggak kita fokus ke jalan agar cepat sampai. Kakiku sakit sekali. " Jawab Abel ketus
" Baiklah. "
Akhirnya sampai juga ditukang urut langganan Nick kalau terkilir. Nick tau tempat ini dari salah satu pegawai rumahnya.
Abel baring ditempat tidur. Kakinya diurut pelan oleh tukang urut. Setengah jam kaki Abel diurut. Kemudian di kasih ramuan jawa dan di perban oleh tukang urut.
Abel turun dari ranjang, di tuntun Nick ke dalam mobil. Nick mengucapkan terima kasih pada tukang urut setelah memberikan amplop.
" Ya hati - hati nak. Jaga istrinya baik baik. Jangan lupa kasih ramuan tadi ya. " Kata tukang urut
" Ya mbah. Mari kita pamit dulu." Kata Nick. Dan amit menundukkan kepala berpamitan di dalam mobil.
Didalam mobil Nick sentum senyum sendiri mengingat perkataan tukang urut tadi. Yang menganggap abel adalah istrinya.
Abel yang melihat tingkah Nick semakin takut.
" Berhenti ! Aku mau turun disini naik taksi saja. " Kata Abel
" Lha kenapa bel. Ini masih jauh lho. Kamu enggak takut naik taksi sendiri ? Kakimu sedang sakit trus biasanya habis diurut itu mengantuk. Nanti kalau kamu diapa apain sama supir taksi gimana ? " Kata nick menakut nakuti Abel
" Kamu menakut - nakutiku ? "
" Enggak Bel. Aku hanya mau kamu baik baik aja. Udah aku anterin kamu aja. Kan aku tadi dah bilang aku enggak bakal ngapa ngapain Bel. Ada Tuhan di tengah tengah kita Bel."
Abel terdiam mendengar perkataan nick berusha meyakinkannya. Akhirnya Abel mau diantar nick. Dan benar saja dalam perjalanan Abel tertidur pulas.
Nick membawa mobil pelan pelan agar Abel tidak terbangun. Sesampainya depan rumah Abel. Nick sengaja tidak membangunkan Abel.