B.1.
perjalanan cinta kali ini berjalan sesuai rencana yang aku inginkan semenjak aku mengenal kekasih ku. aku bener merasakan kebahagiaan yang tiada tara, karna selain dia penyayang juga juga begitu perhatian. kali ini aku merasa sangat beruntung mempunya kekasih yang sangat menyayangi ku.
hari- hari yang kita lalui penuh dengan canda tawa sehinggak tak pernah memudarkan senyumku dan senyumnya. aku bersyukur memiliki dia didunia ini karna setelah beberapa kali gagal dalam percintaan aku benar-benar menemukan dia.
namaku Alea usiaku sekitar 27 tahun dengan usiaku yang sekarangvtentu saja aku masih menikmati hidupku disaat orang telah menguncingku kapan aku menikah sedangkan teman-teman sebayaku sudah pada memiliki suami dan anak.
aku juga pengen seperti mereka aku juga merasa sedih karna disaat usiaku yg sekarang aku belum menikah dan aku merasa kalau percintaan yang selama ini aku jalani selalu gagal dan aku mulai merasa gelisah dan takut jika aku tidak mendapat jodohku atau jodohku yang tersesat sampai setiap aku melakukan kewajiban ku setiap saat aku selalu berdoa pada Tuhan bahwa kirimkan aku jodoh agar aku tidak merasa sendirian lagi.
sampai suatu ketika sahabatku mengabari aku akan dikenalin dengan pamannya , aku seneng dengan kabar yang dikasih sama sabatat terbaikku semenjak 6 tahun yang lalu.
aku sedikit heran dengan nama yang di kasih tau sama sahabatku karna namanya tidak begitubasing ditelingaku, ternyata laki-laki yang akan dikenalin sahabatku itu pernah aku kenal 2 tahun yang lalu.
saat itu aku masih memiliki kekasih sampai aku tidak terlalu pokus dengan dia sampai pada akhirnya kami lost contak.
apa ini yang namanya jodoh sampai aku sujud syukur kepada sang pencipta bawha Allah telah mendengarkan doa ku selama ini. walaupun awalnya aku agak minder tapi aku merasa nyaman ngobrol dengannya sampai kami bertemu di disebuah taman.
aku marasakan detak jantung seakan mau lepas dari ragaku, perasaan macam apa yang aku rasakan ini , secepat inikah aku jatuh hati lada laki-laki didepan ku.
kami bercerita tentang hal-hal yang membuat kami tertawa bersama karna aku juga heran dengan diriku yangbsusah sekali jatuh cinta , tapi apa yang terjadi sekarang akunjatuh cinta pada pandangan pertamaku.
apa ini yang namanya jodoh, apa ini yang namanya takdir telah mempertemukan kamu lagi, ahh banyak lagi yang aku pikirkan tentang lertemuan kami.
waktu begitu cepat berjalan ketika aku tak ingin berpisah darinya karna aku benar-benar sudah jatuh cinta terlalu dalam pada laki-laki yang menggenggam tangan ku.
aku berjanji pada diri aku sendiri kalau aku akan setia padanya, akan menjaganya , akan menyayanginya dengan sepenuh hati ku. aku sedikit tau tentang keluarga , tentang orang tua nya yang sudah meninggal dan tinggal sendiri di sebuah rumah, tanpa ada yang memberinya makan kalau dia sendiritak memasak atau tak membeli makan.
aku terharu atas cerita hidup laki-laki didepanku ini. kami akhirnya memutuskan untuk pulang, hal yang tak pernah aku duga dia mau mengantarkan aku pulang sampe rumah padahal kami bawa motor sendiri-sendiri tapi tidak masalah baginya yang terpenting aku sampai tujuan dengan selamat dan dia bisa baru lega setelah mengantarakan aku pulang sampe komplek depan rumah , aku belum siap memperkenalkannya pada keluarga ku karna kami baru bertemu kami juga belum resmi berpacaran. hahaha lucu sekali aku ya baru saja ketemu aku sudah memikirkan ingin berpacaran dengannya.
setiba ku dirumah gawaian ku berdering, saat aku melihat nama seseorang yang tertera dilayar ponselku tanpa pikir panjang aku langsung menekan icon warna hijau.
"hallo assalamualaikum " suara di sebrang sana.
"waalaikum salam " jawabku singkat tapi hati ku telah berbunga-bunga mendapatkan telpon dari laki-laki yang aku temua beberapa menit yang lalu.
"sudah sampai rumah ?" tanyaku karna aku sedikit heran belum sejam kami berpisah sudah menelpon ku secepat ini.
"belum, aku kangen sama kamu" kata seseorang di sebrang sana. bagai kupu-kupu berterbangan dari perutku karna terlalu bahagia.
"kita kan baru habis ketemu, masak udah kangen aja sih " jawabku yang mengundang tawa nya yg begitu renuah disebrang sana. aku bahagia memdengar tawanya, hati kubsedikit menghangat karna aku membuatnya bahagia berada disisi ku.
"namanya juga orang kangen, emangnya gak boleh ya ?" jawabnya yang membuatku terkejut atas pertanyaannya. tentu saja boleh dong apa sih yang gak buat kamu batinku. tapi aku masih jual mahalnuntuk mengatakannya karna aku gak mau dibilang gadis murahan hahahha lucu emang tapi itulah kenyataannya.
"tentu saja boleh karna setiap orang berhak merindukan sesorang sesuka hatinya" jawabku asal padahal jantung sudah berdisko ria sedari tadi. aku bahagia banget mendengarkan kata-katanya.
"baguslah kalau begitu , karna aku juga serius dengan ucapanku" jawabnya di seberang sana.
"ya sudah pulang dulu nggih biar sampe rumah gak kesorean takut ada apa-apa dijalan " kataku perhatian, aku merasa malu dengan ucapanku yang keluar begtu saja seperti seorang pacar yang mengingatkan pacarnya untuk berhati-hati.
"ya sudah aku pulang dulu ya, bye sayang " ucapnya seketika membuat hatiku berbunga-bunga mendengar ucapannya. sampai aku terdiam cukup lama sampai terlponnya terputus.
setiap harinya aku tidak pernh berhenti berdoa kepada Allah agar kami berjodoh, setiap waktu tanpa kenal rasa lelah, setiap hari duniaku seakan ditunbuhi bunga-bunga yang indah karna katanya yang selalu m**i dan romanti.
***
setiap pagi mendapatkan pesan singkat membuatku tersenyum senang, setiap malam menjelang kami selalu menghabiskan malam dengan telponan yang membahas tentang hubungan kita, tak jarang juga kami bercanda yang mengundang tawa kami. berdebat hal sepele sambil bercanda tentang daerahnya yang terlalu panas dengan matahari yang trik seakan menghanguskan semua tumbuhan di daerah. diapun tak mau kalah dengan ejekan yang aku lontarkan setiap harinya, laki-laki itu juga mengejek rumah ku juga yang panas padahal aslinya adem seperti kota bogor yang selalu sejuk dengan suana daerah dataran tinggi.
aku sangat bersyukur dengan kehadirannya dalam hidupku. dering ponselku mebuyarkan aku dari lamunan yang selalu membiat ku senyum-senyum sndiri. aku marai gawaianku yang berdering melihat siapa yang menelponku, ternyata sahabat baiku yang menelpon.
"assalamualikum " kata arni
"waalaikum salam "jawabku singkat, aku tau sahabatku menelponku pasti mau menanyakan tentang perkembangan hubunganku dengan pamannya. hahaha aku ketawa dalam hati karna arni begitu kepo dengan hubunganku.
"gimana ?" katanya langsung to the poin , tanpa penjelasan pancang lebar pun aku sudah tau maksud dari sahabat terbaikku.
"sejauh ini semuanya lancar, aku nyaman , aku bahagia, aku juga sudah menerimanya sebagai kekasihku" jawabku panjang lebar. emang semua berjalan lancar tanpa ada kendala, aku sangat bahagia dengan semua anugrah terindah yang diberikan Allah kepadaku.
"syukurlah kalau begitu , semoga kalian berjodoh dunia akhirat" doa sahabatku yang langsung aku aminin.
"amin ya Allah" balasku sampai telpon berakhir.
****
hubungan ku dan kekasih ku terus membaik tidak ada pertengkaran, tidak ada permusuhan yang ada hanyalah perdebatan kecil yang berakhir dengan dia yang mengalah karna aku tidak pernah mau mengalah dari nya sekalipun "hahaha aku akan selalu menang melawan kamu berdebat " ucap ku bangga padanya.
"suatu saat aku tidak akan pernah mengala lagi kamu sayang, lihat aja nanti aku pasti akan menang" katanya bangga kalau dia bakalan menang berdebat dengan ku." oke ... aku tunggu waktunya tiba " jawabku enteng tanpa beban.
"ya sudah telponnya aku tutup ya ? ini sudah tengah malam besok aku kerja, kalau sayang bangun pagi ! bangunin aku ya biar gak telat kerjanya " katanya diakhir pembicaran kita dan telponpun tertutup.
pagi menjelang aku membangunkanya tepat jam 5 subuh untuk melaksakan kewajibannya setiap waktu. dering pertama masih belum diangkat dering ke dua ketiga juga belum, akhirnya dering ke lima baru ada suara serak khas bangun tidur yang menyaut di sebrang sana,"morning sayang .." katanya .
"morning juga sayang, bangun nggih mandi dulu baru habis itu solat subuh , bentr lagi pagi lo kan sayang mau kerja " kataku pajang lebar " oke sayang , sayang juga ya solat subuh jangan lupa berdoa supaya kita berjodoh" ucapnya yang membuat aku tersenyum lebar di pagi hari membuat mood ku makin baik. " nggi sayang " blas ku singkat dan obrolan kami terputus , aku segara ambil air hudu buat silat subuh sebelum matahari terbit di upuk timur.
aku memulai aktifitas sehari-hariku dengan mebuat novelku yang masih belum apa-apa. tapi mood ku lagi bagus sampe semua cerita hari ini di tutuo 1 bab yang membuat aku senang.
tak terasa hubungan ku dengannya sudah seminggu berlalu, jangan di tanya lagi bagaimna dia selalu membuat ku tersenyum setiap saat bahkan aku tidak pernah merasakan yang namanya terluka lagi.
aku selalu sujud syukur karna Allah telah mengirimku lelaki yang begitu baik dan perhatiannya melebihi apapun, aku seneng dengan perhatiannya yang suka berlebihan, kalau aku belum makan di paksa makan , kalau belum minum obat selalu di ceramahi kalau telat minum obat, tapi aku suka dengan segala hal tentang dia, aku tidak pernah peduli omelan dia yang membuat telinga ku panas tapi aku tetap suka dan aku juga tetap sayang.
gawai ku yang canggih pada masanya berdering membuat aku senyum-senyum saat aku melihat siapa yang menelpon ku di jam segini."assalamualikum sayangku " katnya dari sebrang sana. " waalaikum salam sayang ku juga " jawabku bersemangat, karna setiap hari aku selalu bersemangat mengobrol dengannya lewat telpon. "sayang besok main ke pantai yok, aku kangen sama pantai aku gak pernah ke pantai semenjak di kampung" kataku yg membuat dia tertawa di sebrang sana. "nggih sayang , apa sih yang gak buat kamu !" jawabnya.
ke esokan harinya kami pun beneran akan pergi ke pantai, aku jemput dia ke rumah karna jalur pantai yang akan kami lalui melewati rumahnya . aku malu saat dia menyuruhku menjemputnya di depan kios kakaknya , aku malu karna aku belum terbiasa dengan hal seperti ini karna ibu baru pertama kalinya aku seperti ini.
"udah sampai " katanya keluar dari dalam kios kakaknya.
"iya nih jauh juga ya , disini juga panas banget gak kayak di rumahku" jawabku membuat dia gemes sendiri melihat ku yang cemberut karna kepanasan.
"masak sih ? biasa aja kok, banyak dosa sih mangknya kepanasan " jawabnya tidak terima kalau aku mengejek drsanya yang panasnya minta ampun.
"ya udah ayok kita pergi " ajak ku lalu kami berpamitan sama kakaknya .
saat motor yang kami naiki tiba2 ponselju berdering menampilkan nama sahabat terbaikku.
" assalamualaikum ni, ada apa " jawabku
"waalaikum salam, maen kerumah aja gk usah kepantai" kata arni sahabatku sedari dulu.
"tak tanya pamanmu dulu ya , mau atau gak kesana" jawabku .ternyata dia tidak pernah protes jika kita rubah haluan yang awalnya ke pantai jadi ke rumah sahabat terbaikku.
setiba kami disana , langsung di sambut dengan berbagai pertanyaan tentang hubungan kami.
"gimana hubungan kalian ? apa sampai saat ini kalian baik-baik saja ? apa kalian sudah jadian ? apa kalian pernh ngedate ? atau jangan bilang ini pertama kalian jalan ?" negitu banyak pertanyaan yang membuat aku bingung mau menjawabnya dari mana karna begtu banyak pertanyaan yang brondong yang di tanya sahabat terbaikku.
"hubungan kami lancar, kita baik-baik saja, masalah jadian bisa dibilang iya karna sejauh ini kami nyaman kami bahagia, untuk malah jalan iya ini jalan pertama kami setelah jadian tapi ini pertemuan kedua kami dan bla bla bla".
arni bedecak kesal karna jawabanku tidak memuaskannya tapi bagaimana lagi gak mungkin aku mengumbar-umbarkan hubungan pribadi kami.
lumayan lama kami dirumah sahabatku sampai akhirnya kami berpamitan pulang karna sudah sore, aku takut kemalaman sampai dirumah. aku mengantar kekasihku pulang baru aku pulang kerumah karna kekasihku gak membawa motor, setiba kami didepan kios kakaknya aku berpamitan tapi dicegah sama kekasihku.
"jangan pulang dulu, tunggu aku disini dulu ya ? aku mau ambil motor dulu" katanya memerintahkan aku untuk tetap diam sampai dia kembali.
"iya tapi sayang mau ambil motor buat apa ?" tanyaku.
"aku mau ambil motor buat ngantar sayang pulanglah " jawabnya yang membuat ku terkejut bukan main.
"tapi aku bisa pulang sendiri" jawabku lagi dan dia melotot melihat ku tanpa mau di bantah, dia pergi tanpa kata-kata lagi.
beberapa menit aku disana dan kakaknya keliar dari dalam kios untuk menemani ku duduk didepan sampai kekasihku kembali. gak butuh waktu lama kekasihku tiba dan mengajaku pulang " ayok sayanv aku anter kamu pulang" katanya membuat obrolanku dengan kakaknya terjeda.
"ayok jawabku" lalu kami berpamitan dengan kakaknya.
aku sampai dirumah sebelum magrib menjelang, kekasihku sudah balek dari 30 menit yang lalu , aku tidak tau apa dia sudah sampai atau belum di rumah tapi sebelum kami berpisah aku berpesan kalau dia sampai dirumah dia kabarin aku.