Bibir Bara melengkungkan senyuman saat melihat Rinta setengah berlari ke arahnya. Gadis itu menerima ajakannya untuk jalan-jalan atau bisa dikatakan berkencan, bolehkah Bara berpikir begitu? Namun dia menolak untuk keluar dari area kontrakan bersama, bagaimanapun Rinta adalah penghuni baru, seorang gadis pula. Dia tak ingin orang-orang di lingkungan mereka memandang buruk tentang dirinya. Meski rasanya tak ada salahnya bagi dirinya dan Bara apabila memang memiliki kedekatan lain. Keduanya sama-sama masih muda dan berstatus single. Tetap saja, Rinta ingin menjaga semuanya dengan baik. Mereka akhirnya bertemu di ujung jalan. Sedikit lebih jauh dari area kontrakan. "Gak usah lari-lari," seloroh Bara sambil tertawa kecil. "Gak enak kalau dilihat orang," jawab Rinta. "Kenapa? Kemarin kita b

